SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Upaya Merespon Insiden Intoleransi Terbaru, Kemenag Silaturahmi dengan Pastor Paroki

0
×

Upaya Merespon Insiden Intoleransi Terbaru, Kemenag Silaturahmi dengan Pastor Paroki

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— Kementerian Agama Sawahlunto (Kemenag) melaksanakan pertemuan silaturahmi dengan Pastor Paroki St. Barbara, P. Fransiskus, di Gereja Santa Barbara, Sawahlunto. Acara yang dihadiri oleh Kasubbag Mustatir dan Kasi PD Pontren Zulfahmi ini berlangsung penuh keakraban dan tata krama saling menghormati.

SAWAHLUNTO, METRO–Dalam upaya merespon insiden intoleransi terbaru, Kementerian Agama Sawahlunto (Kemenag) melaksanakan pertemuan silaturahmi dengan Pastor Paroki St. Barbara, P. Fransiskus, di Gereja Santa Barbara, Sawahlunto.  Acara yang dihadiri oleh Kasubbag Mustatir dan Kasi PD Pontren Zulfahmi ini berlangsung penuh keakraban dan tata krama saling menghormati.

Pada kesempatan itu, Pastor Fransiskus menyampaikan bahwa masyarakat Sawahlunto secara terbuka menerima kebe­radaan komunitas Kristiani.

Ia menegaskan bahwa penggunaan lonceng gereja sama sekali tidak menjadi persoalan selama digunakan pada momen yang telah disepakati bersama.  Begitu pula ketika azan dikumandangkan, seluruh aktivitas di gereja yang berpotensi mengganggu dihentikan sementara sebagai bentuk penghormatan.

Model hidup seperti ini, menurut Pastor, menunjukkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga keharmonisan agama.

Lebih lanjut, Pastor menyampaikan kisah tentang Sekolah Dasar Santa Lucia, yang berdampingan dan terhubung langsung dengan halaman gereja.  “Sekolah Kristen ini memiliki banyak murid beragama Islam — sebuah bukti nyata bahwa keberagaman agama bisa hidup berdampingan secara alami di kota ini,” jelas Pastor Paroki Fransiskus.

Sementara itu Kemenag menegaskan bahwa satu insiden intoleran tidak cukup untuk mencoreng citra Sumatera Barat sebagai provinsi toleran.  “Justru, melalui kunjungan ini, Kemenag ingin menegaskan bahwa secara umum toleransi antar umat beragama di Sumbar, khususnya di Sawahlunto, tetap kuat, sehat, dan saling menghargai,” sebut­nya. (pin)