BOMBER tajam asal Swedia, Alexander Isak, kembali menjadi sorotan panas jelang bergulirnya Premier League musim 2025/2026. Bukannya kembali ke pusat latihan Newcastle United, Isak justru memilih berlatih di klub lamanya, Real Sociedad, yang memicu spekulasi liar mengenai masa depannya.
Langkah mengejutkan ini dilakukan di tengah ketertarikan besar dari Liverpool dan sejumlah klub top Eropa serta raksasa Timur Tengah. Situasi tersebut memperkuat kabar bahwa Isak mungkin segera angkat kaki dari St James’ Park.
Menurut laporan Sky Sports News, Isak saat ini tengah menggunakan fasilitas latihan Real Sociedad di Spanyol. Sementara itu, Newcastle menyatakan bahwa sang striker sedang menjalani pemulihan dari cedera paha ringan, dan keberadaannya di Spanyol telah dikomunikasikan dengan pihak klub.
Namun, keputusan Isak untuk tidak hadir di kamp pelatihan Newcastle hanya beberapa hari sebelum musim baru dimulai jelas memunculkan tanda tanya besar. Banyak pihak menilai ini sebagai tekanan halus kepada klub agar segera menyepakati transfer.
“Isak memang berlatih di Real Sociedad, namun Newcastle menganggap itu bagian dari proses pemulihan,” tulis Sky Sports.
Liverpool berada di posisi terdepan dalam perburuan Isak. Setelah kehilangan Luis Díaz ke Bayern Munchen, dan dengan masa depan Darwin Núñez yang belum jelas, The Reds tengah mencari ujung tombak baru untuk menyambut era baru di bawah pelatih Arne Slot.
Jurnalis transfer ternama, David Lynch, mengonfirmasi bahwa Liverpool memang sangat serius mengincar Isak, meskipun pendekatan resmi belum dimulai.
“Liverpool masih menunggu lampu hijau dari Newcastle untuk memulai negosiasi. Tapi mereka siap memecahkan rekor transfer Inggris jika diperlukan,” ungkap Lynch kepada Sports Mole.
Isak juga dilaporkan menolak tawaran bombastis dari klub Arab Saudi, Al-Hilal, yang siap mengguyur sang striker dengan gaji 600 ribu Poundsterling per pekan bebas pajak — setara lebih dari Rp 650 miliar per tahun. Namun, sang pemain tetap ingin berkompetisi di level tertinggi Eropa, bukan mengejar uang di Timur Tengah.
Keputusan ini memperkuat sinyal bahwa tujuan Isak adalah klub besar Eropa, dan Liverpool menjadi kandidat paling masuk akal.
Newcastle tentu tidak ingin kehilangan pemain bintangnya dengan mudah. Namun di tengah tekanan finansial dan tawaran fantastis dari calon pembeli, klub berjuluk The Magpies itu bisa saja dipaksa melepas Isak.
Situasi ini juga berpotensi menguntungkan Real Sociedad, yang konon menyematkan klausul penjualan saat melepas Isak ke Newcastle. Jika transfer ke Liverpool terwujud, klub La Liga itu akan menerima persentase dari nilai transfer.
Dengan usia baru 25 tahun, pengalaman bermain di La Liga dan Premier League, serta kemampuan mencetak gol dari berbagai situasi, Isak dinilai sebagai salah satu striker paling komplet saat ini.
Liverpool, yang tengah membangun skuad untuk bersaing di semua kompetisi, jelas melihat Isak sebagai bagian dari proyek jangka panjang. Kini semua mata tertuju pada Newcastle: bertahan atau melepas?. (*/rom)






