METRO SUMBAR

Peringatan Hari Peduli Sampah 2019, Sampah Dibeli untuk Kebersihan dan Keindahan Kota

0
×

Peringatan Hari Peduli Sampah 2019, Sampah Dibeli untuk Kebersihan dan Keindahan Kota

Sebarkan artikel ini

Kota Pariaman – KOTA Pariaman dibawah kepemimpinan Walikota Pariaman H Genius Umar dan Wakilnya, Mardison Mahyuddin sangat peduli dengan segala sisi daerah. Semua itu dilakukan pasangan kepala daerah tersebut untuk kemajuan Kota Pariaman bersama masyarakat. Maju daerahnya berdampak baik untuk kemajuan ekonomi masyarakat. Artinya, pelaksanaan program daerah harus disejalankan dengan program peningkatan ekonomi masyarakat. Tak heran segala sisi peringatan hari-hari besar selalu diperingati Kota Pariaman dengan baik. Salah satunya, Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tingkat Kota Pariaman tahun 2019 dipusatkan di Pantai Gandoriah.
Semua itu dilaksanakan agar wisata Kota Pariaman semakin maju dan berkembangan dengan tingkat kunjungan setiap tahun bertambah. Sebab, Genius Umar mengungkapkan daerahnya adalah daerah perkotaan yang sedang berkembang dan tengah melakukan pembangunan di berbagai aspek pembangunan di wilayah perkotaan.
“Karena itu kita Kota Pariaman berkomitmen untuk mewujudkan Pariaman sebagai Kota Wisata yang berwawasan lingkungan atau yang dikenal dengan “Kota Hijau” (Pariaman Green City),” kata Walikota Pariaman Genius Umar, kemarin.
Semua itu katanya, sejalan dengan Visi Misi Kota Pariaman 2018-2023, yakni mewujudkan ‘Pariaman Kota Wisata, Perdagangan, Jasa, Yang Religius Dan Berbudaya’. Namun komitmen ini, perlu didukung bersama oleh semua pihak, mulai dari Pemerintah, swasta maupun masyarakat, karena ini hal ini merupakan tugas bersama.
Dan dalam upaya mewujudkan hal tersebut, salah satu aspek penting atau merupakan atribut Green City adalah Green Waste, sebagai bentuk pengelolaan sampah dengan pola 3R (Reduce, Reuse And Recycle).
“Kota Pariaman sampahnya mencapai 60 ton sehari dan 30 persenya bisa kita Reuse, Reduce dan Recycle (3R). 70 persen baru dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). TPA kita juga sudah hampir penuh, maka perlu dilakukan pengolahan sampah yang ada di TPA dan perluasan TPA yang kita punya,” ungkapnya.
Sebagai kota tujuan wisata jelasnya, Kota Pariaman harus bersih dan nyaman. “Saat ini, kami melihat masih banyak wisatawan dan masyarakat yang membuang sampah disembarang tempat. Saya imbau masyarakat dan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya, karena telah kita sedikan,” ulasnya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim & LH) Kota Pariaman, Sumiramis mengatakan rangkaian kegiatan HPSN tingkat Kota Pariaman tahun 2019 ini dimulai dengan senam bersama, bersih pantai, bazar hasil daur ulang, launching penggunaan tas belanja pakai ulang dan kampanye Bring Your own Tumbler (membawa botol minimuan sendiri) untuk pelajar.
“Selain itu, kami juga melaksanakan kampanye dan penandatanganan komitmen pengurangan sampah plastik oleh seluruh element pemerintahan di Kota Pariaman, serta ada barter sampah plastik jadi sembako yang disiapkan oleh Bank Sampah Sabiju Liber yang dikelola oleh Dinas Perkim dan LH Kota Pariaman,” katanya.
Tema untuk HPSN kali ini adalah kelola sampah untuk Pariaman bersih, sehat dan bernilai. “Dengan mengkampanyekan gerakan Ayo Pilah Sampah, sehingga komitmen kita bersama untuk mengatasi permasalahan sampah, khususnya sampah plastik, dapat kita tekan dan atasi,” paparnya.
Apalagi katanya, salah satu upaya untuk mengurangi jumlah sampah yang akan dibuang, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Kota Pariaman membentuk Bank Sampah SABIJU LIBER (sampah jadi uang lingkungan bersih) untuk wilayah Kota Pariaman.
Pembentukan Bank Sampah sudah menjadi kewajiban di seluruh Kota dan Kabupaten se Indonesia karena merupakan kegiatan Nasional dan untuk Kota Pariaman kita beri nama SABIJU LIBER, “ ungkap Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan Lingkungan Hidup (P2KLH) Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman Leni Amin.
Tujuan lain didirikan Bank Sampah SABIJU LIBER ini adalah agar masyarakat di tingkat Desa / Kelurahan bisa mendirikan Bank Sampah sendiri sehingga Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman akan menjadi pusat dari semua Bank Sampah yang ada di Desa/Kelurahan se Kota Pariaman. Sampai saat ini Dinas Perkim dan LH baru bisa membentuk 10 Bank Sampah yang ada di Kota Pariaman.
Cara kerja pada kegiatan SABIJU LIBER ini sangat simpel dan praktis. Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup menampung sampah – sampah dari masyarakat setiap hari Jum’at pada pukul 09.00 sampai 11.00 WIB di halaman Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup kota Pariaman Jalan Diponegoro Kampung Pondok Kecamatan Pariaman tengah. “Tidak semua sampah yang bisa di storkan pada Bank Sampah SABIJU LIBER. Sampah – sampah yang bisa di storkan pada SABIJU LIBER adalah bungkus roti, aneka ragam plastik, kantong kresek (asoi), air mineral gelas bersih (tanpa tutup/label), air mineral gelas kotor (dengan tutup/label), Air mineral botol bersih (tanpa tutup/label), air mineral botol kotor (dengan tutup/label), karung bersih, karung kotor, botol oli/dirigen/tutup botol air mineral, ember/baskom hitam, karah, minuman siap saji gelas, kardus/karton, kertas putih, kertas buram, Koran dan aluminium,“ terangnya.
Masyarakat tidak harus menumpuk sampah tersebut lama – lama dirumah karna Bank Sampah SABIJU LIBER dibuka setiap jum’atnya. Bagi masyarakat yang bergabung dengan SABIJU LIBER, Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup akan membuatkan tabungan dan nominal penjualan sampahnya akan di masukkan ke dalam tabungan tersebut, masyarakat bisa mengambil tabungan apabila telah terkumpul minimal 50 ribu.
Masyarakat yang menukar sampahnya di SABIJU LIBER akan punya buku tabungan sendiri dan setiap kali penukaran sampah akan dibuatkan slip setorannya dan langsung dimasukkan kedalam buku tabungan. Bank Sampah SABIJU LIBER bersifat mandiri, jadi tidak ada menjalin kerja sama dengan pihak Bank yang ada diKota Pariaman.
Untuk harga beli pada Bank Sampah SABIJU LIBER sedikit tinggi dari pembeli barang bekas lainnya. Ini bertujuan agar masyarakat bersedia menukar sampahnya di Bank Sampah ini. Harga beli tidak pernah tetap, selalu berubah – ubah sesuai pasaran pengumpul dan pengumpul Bank sampah SABIJU LIBER sengaja dipih yang berdomisili di Kota Pariaman.
SABIJU LIBER diluncurkan pada tahun 2016, namun sempat tutup karena tidak adanya pelanggan yang tukar sampahnya. Setelah gencar dilakukan sosialisasi ke Desa – Desa, pada tahun 2017 kembali aktif sampai sekarang. Namun belum terlalu naik peminat masyarakat dari tahun – tahun sebelumnya. Mungkin karena kasibukan mereka dan tidak sempat mengantarkan ke Dinas Perkim dan LH Kota Pariaman. “Pelanggan Bank Sampah rata – rata masih dari petugas kebersihan Kota Pariaman, namun kami akan selalu mensosialisasikan Bank Sampah ini dengan cara sosialisasi bersama pihak Desa/ Kelurahan, mendirikan stand Bank Sampah SABIJU LIBER apabila ada event – event besar diKota Pariaman,” tambahnya mengakhiri. (***)