BERITA UTAMA

Hasil Operasi Patuh Singgalang 2025, Tilang Manual Melonjak, Kecelakaan Turun 34 Persen

1
×

Hasil Operasi Patuh Singgalang 2025, Tilang Manual Melonjak, Kecelakaan Turun 34 Persen

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA— Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq saat diwawancarai wartawan.

PADANG, METRO–Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar mencatat kenaikan signifikan penilangan baik secara manual maupun tilang elektronik terhadap pengen­dara yang melanggar selama selama pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2025 yang berlangsung tanggal 14 hingga 27 Juli 2025.

Hal itu diungkap Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq. Menurutnya, dalam aspek penegakan hukum, jumlah tilang ma­nual meningkat drastis se­besar 65 persen, dari 2.506 menjadi 7.221 tilang.

“Selain itu, penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis juga mengalami ke­nai­kan 20 persen, dari 191 menjadi 239 pelanggaran. Sementara itu, jumlah teguran justru menurun 13 persen, dari 7.081 menjadi 6.293 berkas,” kata Kombes Pol Reza, Rabu (30/7).

Dijelaskan Kombes Pol Reza, pelanggaran pengendara sepeda motor mengalami peningkatan yang cukup tajam. Pelanggaran tidak memakai helm naik 47 persen, dari 2.110 menjadi 4.005 tilang.

“Pelanggaran menggunakan telepon genggam saat berkendara naik 77 persen, dari 27 menjadi 117 kasus. Pengendara di ba­wah umur juga meningkat 28 persen, dari 396 menjadi 553 tilang,” jelas­nya.

Baca Juga  Pasang Plang Batas Tanah Ulayat, Pengacara Luka-luka Dikeroyok Sekelompok Orang

Sementara itu, pada kendaraan roda empat, ung­kap Kombes Pol Reza, pelanggaran tidak memakai sa­buk keselamatan me­ning­kat 69 persen, dari 291 menjadi 929 tilang. Lebih mengkhawatirkan, pelanggaran oleh pengemudi di ba­wah umur melonjak 80 persen, dari 6 menjadi 30 kasus.

“Kami akan terus menertibkan pelanggaran-pelanggaran ini karena berdampak langsung terha­dap keselamatan di jalan raya. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas. Operasi Patuh Singgalang 2025 bukan semata-mata penindakan, tetapi juga bentuk edukasi agar ma­sya­rakat lebih sadar hukum dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama di jalan,” tegas dia.

Kecelakaan Menurun

Kombes Pol Reza mengatakan, kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2025 mengalami penuru­nan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada operasi tahun ini, jumlah kejadian kecelakaan turun sebesar 34 persen, dari 83 kasus pada 2024 menjadi 62 kasus pada 2025.

Baca Juga  Siswi SMK Dijual Online Rp 500 Ribu

“Penurunan angka kecelakaan ini menunjukkan dampak positif dari pelaksanaan operasi. Jumlah korban meninggal dunia menurun 25 persen, dari 10 orang menjadi 8 orang. Korban luka berat turun 45 persen, dari 16 menjadi 11 orang, dan korban luka ringan turun 59 persen, dari 121 menjadi 76 orang,” kata Kombes Pol Reza.

Terkait kerugian materiil akibat kecelakaan, ujar Kombes Pol Reza, juga menurun sebesar 25 per­sen, dari Rp179.100.000 men­jadi Rp143.650.000. Mes­ki begitu, ia menyoroti bahwa puncak kecelakaan harian tetap terjadi pada hari ke-11 pelaksanaan operasi, yakni 26 Juli 2025, dengan 12 kejadian dalam satu hari.

“Dari jenis kendaraan yang terlibat, sepeda motor masih mendominasi kecelakaan meskipun jumlahnya menurun 39 persen, dari 106 unit pada 2024 menjadi 76 unit pada 2025. Namun, kecelakaan yang melibatkan mobil penumpang justru meningkat 20 persen, dari 12 menjadi 15 unit. Secara total, kenda­raan yang terlibat kecelakaan turun 35 persen,” tutupnya. (rgr)