PADANGSARAI, METRO–Polda Sumbar melalui bagian Psikologi Biro SDM memberikan layanan trauma healing bagi anak-anak di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Selasa (29/7). Anak-anak tersebut mendapatkan pendampingan psikologis setelah insiden pembubaran aktivitas ibadah dan pendidikan agama Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di sebuah rumah doa di Padang Sarai.
Dalam kesempatan itu, bagian Psikologi Biro SDM Polda Sumbar hadir memberikan trauma healing yang dipimpin oleh Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya dan Kabag Psikologi AKBP Fachru Rozie serta diikuti dari Polwan Polresta Padang dan Polsek Koto Tangah.
Tidak itu saja, kegiatan trauma healing juga diikuti ibu-ibu disekitar lokasi. Anak-anak dan ibu-ibu riang gembira mengikuti Games dari tim psikologi Polda Sumbar.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, alhamdulillah hari ini kita telah selesai melaksanakan aktivitas trauma healing untuk anak-anak yang ada dilingkungan ini.
“Kami sangat apresiasi bisa bersama dengan anak-anak disini, bisa berbagi kebahagiaan, memberikan kegembiraan supaya mereka tetap happy dan tidak terganggu aktivitas mereka sehari-hari setelah ada momen kemarin yang sedikit tidak menyenangkan hati anak-anak, “ kata Kombes Pol Susmelawati.
Lebih lanjut Kombes Pol Susmelawati. mengatakan, trauma healing patut diberikan berikan kepada anak-anak supaya kegembiraan hati mereka bisa senang bisa bermain dengan Polisi.
“Kegiatan seperti ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak maupun masyarakat. Selain itu, merupakan komitmen kami selaku anggota Polri untuk hadir di tengah-tengah masyarakat,” tutur dia.
Sementara itu, Kabag Psikologi Biro SDM Polda Sumbar AKBP Fachru Rozie menambahkan, tujuan dari kegiatan trauma healing ini untuk melihat kondisi psikologis anak-anak saat ini.
“Alhamdulillah ternyata, yang kita lihat tadi, semua anak-anak ceria dan gembira, dan disini kita lihat anak – anak sangat kompak sekali,” katanya.
AKBP Fachru Rozie menambahkan, nantinya kami akan tetap mapping, artinya akan kami lihat kondisi selanjutnya, apakah ada yang merasa trauma.
“Kalau memang ada, maka tindak lanjut dari kegiatan ini, akan tetap kami pantau secara person, dan secara keseluruhan kondisi psikologis anak-anak disini baik,” tutupnya. (rgr)





