METRO BISNIS

Dari Sampah jadi Sekolah, Kontribusi PLN untuk Anak-Anak Sumba di Hari Anak Nasional

0
×

Dari Sampah jadi Sekolah, Kontribusi PLN untuk Anak-Anak Sumba di Hari Anak Nasional

Sebarkan artikel ini
PERESMIAN—Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto saat peresmian gedung baru Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Kalu Manandang.

SUMBA, METRO–PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas pendidikan melalui peresmian gedung baru Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Kalu Manandang di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Ti­mur (NTT). Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, sekolah ini di­bangun menggunakan material ecoblock hasil olahan dari 2,2 ton sampah botol plastik daur ulang.

Inisiatif ini menjadi bukt­i nyata penerapan eko­nomi sirkular yang ti­dak hanya menanggulangi persoalan lingkungan, tetapi juga me­nyediakan fasilitas belajar yang layak bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, F Eko Sulistyono menambahkan  sejak berdiri pada 2008, TK Negeri Kalu Ma­nan­dang belum memiliki gedung sendiri dan harus berpindah-pindah lokasi untuk kegiatan belajar.

“Tepat di Hari Anak Nasional, kami memper­sem­b­ahkan gedung baru TK Negeri Kalu Manandang sebagai hadiah untuk masa depan Sumba. Kami berharap dari sekolah ini lahir generasi emas yang cerdas dan peduli lingkungan. PLN UIW NTT berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan pendidikan di daerah ini,” terang Eko.

Pembangunan sekolah ini merupakan hasil kola­borasi antara PLN dengan ber­bagai pihak. Hal ini men­jadi sekolah pertama yang dibangun PLN dengan material ecoblock, sebagai inovasi ramah lingkungan yang aman dan tidak berdampak bagi kesehatan sebagai infrastruktur pendidikan se­kali­gus menja­wab tantangan pengelolaan sampah plastik.

Gedung baru TK Negeri Kalu Manandang kini di­leng­kapi dengan dua ruang kelas permanen, fasilitas toilet dan sanitasi, serta berbagai sarana belajar seperti laptop, printer, buku bacaan, alat tulis, alat peraga edukatif, hingga permainan anak-anak. PLN juga menyerahkan bantuan berupa seragam seko­lah untuk murid. (rgr/rel)