AGAM/BUKITTINGGI

Pemkot Dukung Penuh BCN, Wujudkan Bukittinggi Kota Kreatif yang Berbudaya

0
×

Pemkot Dukung Penuh BCN, Wujudkan Bukittinggi Kota Kreatif yang Berbudaya

Sebarkan artikel ini
AUDIENSI— Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis melakukan audiensi dengan Pengurus Bukittinggi Creative Network (BCN) di ruang kerja wawako, Senin (28/7).

BUKITTINGGI, METRO–Wakil Wali Kota Bukittinggi, H. Ibnu Asis, menerima audiensi dari pengurus Bukittinggi Creative Network (BCN) di ruang kerjanya pada Senin (28/7). Pertemuan ini menjadi mo­mentum strategis memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas kreatif dalam membangun ekosistem kreatif Kota Bukittinggi.

Ketua BCN, Benny Sa­putra, menyampaikan berbagai capaian yang telah diraih sejak BCN terbentuk pada 2022, termasuk rencana program strategis ke depan. Salah satu fokus utama adalah membangun jejaring kolaboratif di 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada di Bukittinggi.

“BCN merupakan forum daerah yang berjejaring dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Kami berupaya menjadi penghubung an­tarkomuni­tas, lembaga, dan individu kreatif, guna mendorong terciptanya kolaborasi lintas sektor,” ujar Benny.

Wakil Wali Kota Ibnu Asis menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan peran BCN yang dinilai selaras dengan misi Pemerintah Kota Bukittinggi dalam membangun kota yang Gemilang, Ber­keadilan, dan Berbudaya.

“BCN adalah bukti bahwa Bukittinggi memiliki energi besar di kalangan pemuda dan komunitas kreatif. Pemerintah sangat men­dukung kegiatan ini sebagai ruang ekspresi, pertukaran ide, serta penciptaan karya inovatif yang mampu mengangkat na­ma daerah,” ujarnya.

Menurut Ibnu Asis, pembangunan daerah ti­dak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan ruang budaya, seni, dan tek­nologi yang mampu memfasilitasi tumbuhnya talenta lokal. Dalam konteks ini, BCN dinilai sebagai pionir dan penggerak utama ekosistem kreatif di kota wisata sejarah tersebut.

Ia juga menegaskan komitmen Pemko untuk tidak menjadikan audiensi dan kegiatan serupa sekadar seremoni tahunan, te­tapi mendorong agar menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan sektor pendidikan, ekonomi, teknologi, dan budaya secara aktif.

“Dukungan pemerintah bukan hanya berupa apresiasi moral, tetapi juga dalam bentuk fasilitasi, promosi, dan penyediaan ruang kreatif. Mari kita bangun Bukittinggi sebagai rumah besar bagi kreativitas,” tutupnya. (pry)