PADANG, METRO–Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi melaksanakan reses perseorangan masa persidangan ketiga tahun 2025 di daerah pemilihannya Kota Padang, dengan bertemu 100 orang pelaku UMKM dari empat kecamatan, Jumat (25/7).
Pada pertemuan yang digelar di Rumah Makan Sederhana, Muhidi mendengarkan dan menampung langsung aspirasi dari para pelaku UMKM yang bergerak di berbagai bidang usaha. Mereka meminta bantuan permodalan, pelatihan berbasis digital hingga studi banding.
Amak Mursyida, salah seorang pelaku UMKM di Keluharan Koronggadang dan Bundo di Nagari Pauh IX Kecamatan Kuranii Kota Padang, salah satunya. Pada kesempatan itu Amak Mursyida menyampaikan aspirasi kepada Muhidi terkait permodalan.
“Kami sebagai pelaku UMKM sangat membutuhkan modal untuk pengembangan usaha. Saat ini kita masih sulit berkembang karena modal yang pas-pasan. Kalau ada bantuan modal, usaha tentu dapat berkelanjutan dan akan terus besar. Dampaknya, kami bisa lebih mandiri ke depannya,” kata Amak Mursyida.
Sementara itu, Deni Yanti pelaku UMKM dari Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji meminta kepada Muhidi untuk diberikan bimbingan dan pelatihan UMKM berbasis teknologi digital. Selama ini, kata Deni, pelatihan yang diberikan hanya sebatas manajemen keuangan, pengemasan dan fokus kualitas produk.
“Kami meminta adanya pelatihan untuk berjualan online. Dengan adanya pelatihan berbasis digital, kami bisa diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk kami,” tutur dia.
Apalagi, kata Deni Yanti, dengan berjualan secara online, nilai dari produk yang dihasilkan oleh UMKM akan lebih tinggi dibanding dijual secara offline. Harapannya, dengan adanya pelatihan berbasis digital, pelaku UMKM bisa membangun brand awareness, memproduksi konten yang menarik, serta memperluas jangkauan pasar secara digital.
“Dengan begitu, UMKM pasti bisa meningkatkan daya saing dan memperkuat eksistensinya di tengah transformasi ekonomi digital yang terus berkembang. Semoga saja, permintan kami ini bisa terealisasi,” tuturnya.
Pelaku UMKM dari Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Reza mengatakan, pihaknya meminta para pelaku UMKM yang berhasil, agar diberikan peluang studi banding ke provinsi lain. Hal itu akan menambah pengalaman dan wawasan maupun inspirasi dari para pelaku UMKM untuk berkembang.
“Kalau saya berharap ada studi banding. Kalau kita datangi UMKM yang sudah berkembang dan besar, bisa menjadi motivasi bagi kami untuk berkembang. Kita juga bisa meniru apa yang telah dilakukan UMKM tersebut,” ujar Reza
Menanggapi aspirasi dari pelaku UMKM, Ketua DPRD Sumbar Muhidi mengatakan, dirinya sudah menampung aspirasi yang disampaikan dan nantinya akan diperjuangkan di lembaga kedewanan sesuai dengan fungsinya.
“Soal modal usaha, tentu kita melihat aturan yang ada. Nanti kita perjuangkan dan juga bicarakan dengan pemerintah daerah. Kita ingin UMKM berhasil dan berkembang. Jika sudah sukses, tentu akan mendatangkan PAD bagi daerah itu sendiri, minimal dapat memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Muhidi.
Selain itu, kata Muhidi, terkait dengan permintaan bimbingan teknis dan pelatihan, tahun ini dirinya menggelar beberapa kali melaksanakan pelatihan. Tentunya, ke depan akan diberikan pelatihan terhadap pelaku UMKM berbasis digital.
“Kita setiap tahun mengadaan pelatihan beberapa kali. Setiap pelatihan, materi yang diberikan tentu beda. Dengan pelatihan untuk pemafaatan digital, juga kita adakan. Kita ingin pelaku UMKM diberikan pelatihan untuk kemajuan mereka,” tutur dia.
Muhidi menambahkan, kepada pelaku UMKM, dirinya menyarankan agar membuat kelompok usaha. Hal itu untuk mempermudah penyaluran bantuan kepada pelaku UMKM dari pemerintah.
“Kita akan perjuangkan di pemerintahan. Januari kita usulkan, ada 4 bulan untuk melakukan fokus kira- kira apa untuk tahun 2026. Saya terus terang saja, apabila diperbolehkan aturan, maka saya dapat perjuangkan. Kalau seandainya dapat penambahan modal maka akan ditingkatkan,” pungkas Muhidi. (rgr)






