METRO SUMBAR

Atasi Kekurangan Jagung, Pemprov dan Polda Sumbar Jalin Kolaborasi dengan Investor untuk Peningkatan Produksi

0
×

Atasi Kekurangan Jagung, Pemprov dan Polda Sumbar Jalin Kolaborasi dengan Investor untuk Peningkatan Produksi

Sebarkan artikel ini
TANAM JAGUNG—Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot sedang menanam jagung bersama pihak terkait.

PADANG PARIAMAN –Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama Kepolisian Dae­rah (Polda) Sumbar menggandeng investor untuk memperkuat produksi jagung di Sumbar, guna menjawab tantangan kekura­ngan pasokan yang selama ini masih terjadi. Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi, mengungkapkan bahwa kebutuhan jagung di Sumbar saat ini mencapai sekitar 2,48 juta ton per tahun, namun kapasitas produksi lokal baru mampu memenuhi sekitar 40 persen dari total kebutuhan. Sele­bihnya, pasokan harus didatangkan dari luar pro­vinsi.

“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi kita. Apalagi sektor peternakan di Sumbar terus berkembang, sementara kebutuhan jagung sebagai pakan juga semakin tinggi. Maka dari itu, kita mulai menggerakkan potensi lahan yang selama ini belum tergarap,” ujar Buya Mahyeldi saat peluncuran program penanaman jagung bertajuk “Ba Jaguang: Dari Ranah Minang untuk Ketahanan Pangan Indonesia”, di Nagari Ulakan Tapakis, Kabupaten Pa­dang Pariaman, Kamis (24/7).

Dalam upaya ini, Pemprov Sumbar berkolaborasi dengan PT Mekar Agrifin Teknologi (Paten Mekar Tani) dan PT Mekar Investama Teknologi (MEKAR) sebagai investor, serta dukungan penuh dari Polda Sumbar. Penanaman tahap awal dilakukan pada lahan seluas 300 hektare di sejumlah nagari di Padang Pariaman, dan akan dilanjutkan ke kabupaten/kota lain di Sumbar. “Alhamdulillah, kita tidak sendiri. Ini adalah kerja besar yang harus dilakukan secara bersama-sama, antara pemerintah, Polri dan dunia usaha, serta tentunya petani kita di lapangan,” tambah Buya.

Baca Juga  Kisah Irfan Rifai, Berdagang Buku Keliling Negeri Meraih Berkah Ilahi

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menyatakan bah­wa gerakan ini merupakan bagian dari upaya men­dukung visi nasional Presiden Prabowo Subianto dalam bidang ketahanan pangan, sekaligus memanfaatkan lahan-lahan tidur yang selama ini belum produktif.

“Targetnya kita tanam hingga 1.000 hektare jagung di berbagai daerah Sumbar sampai Agustus nanti. Ini bukan hanya soal swasembada pangan, tapi juga soal ekonomi masyarakat. Kalau rata-rata panen biasa­nya 7 ton per hektare, kita dorong hingga bisa mencapai 10 ton. Investor menyediakan bibit, teknologi, pendampingan, bahkan penye­rapan hasil panen. Semua sudah disiapkan,” terang­nya.

CEO MEKAR, Pandu Aditya Kristy, menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal mencukupi konsumsi, tapi juga membangun kemandirian bangsa. Menurutnya, kola­borasi adalah kunci dari keberhasilan program ini. “Pemerintah, Polri, swasta, petani, semua bersi­nergi. Teknologi kami ha­dirkan agar produksi me­ningkat tidak hanya dari sisi kuantitas tapi juga kua­litas. Tujuan akhirnya a­dalah meningkatkan kesejahteraan petani dan ma­syarakat secara keseluruhan,” katanya.

Baca Juga  Cegah Karhutla, Bupati Keluarkan Surat Ederan

Senada dengan itu, Di­rektur Utama Paten Mekar Tani, Ari Irpendi Putra, menyampaikan bahwa pro­gram ini dirancang untuk membawa teknologi langsung ke tangan petani, termasuk penggunaan drone untuk penyemprotan pestisida dan pe­me­taan lahan melalui satelit. “Petani tak perlu khawatir dengan biaya atau peralatan. Kami hadirkan sistem dan teknologi yang mampu menjawab kendala la­pangan. Dengan peme­taan satelit, kita tahu betul lahan mana yang potensial untuk dikembangkan,” je­las Ari.

Program yang diberi tema “Ba Jaguang” ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk Bentara Agri Indonesia, Kirana, ID Bo­tani, Winmar, dan Glovie­wer, yang memiliki komitmen terhadap kemajuan sektor pertanian, pemberdayaan petani lokal, serta pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (fan)