PAYAKUMBUH, METRO —Insiden ledakan gas terjadi di rumah yang dihuni keluarga besar di Kelurahan Labuah Basilang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. Akibatnya, lima orang penghuni rumah mengalami luka bakar sangat serius hingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Diduga, ledakan gas yang memakan korban ini, dipicu adanya kebocoran gas pada instalasi tabung elpiji menuju kompor gas. Selain membuat penghuni rumah terluka, ledakan gas juga nyaris membuat rumah tersebut mengalami kebakaran.
Warga sekitar yang mengetahui adanya kejadian itu, bergegas datang ke rumah tersebut dan berusaha memadamkan api sekaligus membawa korban ke RSUD Adnaan WD Payakumbuh. Tak berselang lama, petugas Damkar berikut dengan armada juga datang ke lokasi untuk memastikan tidak ada api yang menyala di dalam rumah.
Salah satu korban, Srisanti (54) mengatakan, peristiwa bermula ketika ia hendak melaksanakan sholat dan menyampaikan kepada menantunya bahwa ia sedang menggoreng makanan di dapur. Tak berselang lama, saat kompor dinyalakan, tiba-tiba terjadi ledakan hebat akibat diduga kebocoran gas.
“Ledakan langsung terjadi ketika menantu saya menyalakan kompor. Saat itu saya baru selesai berwudhu dan bersiap salat. Saya lihat menantu saya sudah melompat karena api menyambar. Saya pun berteriak,” ujar Srisanti, saat ditemui di lokasi kejadian dirumah,” Senin (21/7).
Ia mengungkapkan, kobaran api dengan cepat menjalar ke dalam rumah, bahkan hingga ke kamar tempat ia akan shalat. Bantal dan kasur ikut terbakar sedikit, begitu juga dengan pintu kamar yang mengecil karena panas. “Kaki saya sempat dikejar api sampai ke kamar, saya juga sempat melihat cucu saya yang ada di ruang tamu ikut terkena,” lanjutnya.
Dalam rumah tersebut, terdapat tiga kepala keluarga (KK). Srisanti menambahkan bahwa ada enam orang yang menjadi korban luka bakar dalam kejadian ini.
“Tiga di antaranya sekarang dirawat, termasuk menantu saya dan dua cucu saya yang masih sekolah, satu kelas 2 SD dan satu lagi kelas 2 SMP,” jelasnya.
Srisanti menyebut, saat kejadian dirinya sempat berlarian ke luar rumah karena belum merasakan sakit. Namun, tak lama setelah itu, rasa perih akibat luka bakar mulai terasa.
“Saya ketika itu sangat panik, sampai tidak merasakan api mengenai saya. Setelah saya di luar rumah, baru saya merasa sakitnya,” tutur dia.
Dari data yang dihimpun dari Sekretaris Satpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Dewi Novita, laporan kebakaran masuk pada pukul 19.30 WIB dan unit pemadam segera tiba di lokasi tiga menit kemudian. Petugas berhasil memadamkan api dan menyelesaikan penanganan sekitar pukul 20.04 WIB.
Objek yang terbakar adalah rumah milik Andre (39), seorang wiraswasta. Sementara penyebab diduga akibat kebocoran gas yang menyebabkan ledakan saat kompor dinyalakan.
“Ada total ada enam korban luka yang berada di rumah saat kejadian. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materiil masih dalam pendataan lebih lanjut,” ungkapnya. (uus)






