BURSA transfer musim panas 2025 memanas seiring meningkatnya persaingan antara Manchester City dan Aston Villa untuk memboyong bek kanan Inter Milan, Denzel Dumfries. Pemain timnas Belanda itu menjadi incaran setelah performa impresifnya musim lalu disandingkan dengan klausul pelepasan yang relatif terjangkau.
Sejak bergabung dengan Inter Milan pada 2021, Dumfries mengalami peningkatan performa yang konsisten. Di musim 2024/2025, ia tampil luar biasa dengan 47 penampilan, 11 gol, dan 9 assist—angka yang luar biasa untuk pemain di posisi bek kanan.
Menurut laporan jurnalis Italia Nicolo Schira, Aston Villa kini ikut meramaikan perburuan sang pemain yang sebelumnya lebih santer dikaitkan dengan Manchester City. The Citizens memang tengah mencari pengganti jangka panjang bagi Kyle Walker, dan Dumfries dianggap sebagai kandidat ideal berkat kemampuannya dalam menyerang dan bertahan.
Yang membuat transfer ini makin menarik adalah fakta bahwa klausul rilis Dumfries hanya sebesar £21 juta (sekitar Rp427 miliar)—harga yang tergolong murah untuk pemain berpengalaman yang juga langganan timnas Belanda. Namun, klausul ini hanya berlaku hingga 31 Juli 2025. Setelah tanggal tersebut, Inter berhak menaikkan harga jual, bahkan bisa mencapai £29,5 juta (sekitar Rp600 miliar) sesuai estimasi nilai pasarnya.
Tak hanya soal harga, situasi internal di Inter juga bisa mempercepat kepergian Dumfries. Ia diketahui mendukung rekan setimnya, Hakan Calhanoglu, dalam perselisihan dengan kapten tim, Lautaro Martinez, melalui interaksi media sosial. Isu panas di ruang ganti Inter ini memunculkan spekulasi bahwa Dumfries siap mencari tantangan baru.
Selain City dan Villa, Barcelona juga masuk daftar peminat. Namun, pendekatan klub Catalan itu dinilai lamban, membuka peluang bagi Aston Villa untuk menyodok dan mengambil alih pembicaraan.
Bagi Villa, kehadiran Dumfries akan menjadi pernyataan tegas dari proyek ambisius Unai Emery yang tengah membangun tim untuk bersaing di pentas Eropa. Sementara bagi Manchester City, ini adalah langkah strategis untuk regenerasi skuad bertahan.
Waktu terus berjalan. Jika tak segera mengaktifkan klausul, kedua klub harus bersiap merogoh kantong lebih dalam. Dumfries, yang juga pernah bersinar bersama PSV Eindhoven, kini tinggal menunggu siapa yang bergerak lebih cepat dan serius. (jpg)






