PADANG, METRO–Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar Kombes Pol Andry Kurniawan menunjukkan kepeduliannya dengan warga yang tertimpa musibah. Hal itu sebagai salah satu komitmen Polri yang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.
Pada Jumat (18/7) lalu, di sela-sela kesibukannya sebagai pejabat utama Polda Sumbar, perwira Polisi berpangkat tiga bunga itu, mendadak mendatangi kediaman almarhumah Desi Erianti, di Jalan Pilakut, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji Padang.
Kedatangannya pun disambut keluarga besar almarhumah Desi Erianti. Setelah berbincang-bincang menyampaikan duka yang mendalam, Kombes Pol Andry kemudian menyerahkan bantuan uang pendidikan untuk anak almarhumah Desi Erianti kepada keluarga.
Selain uang bantuan pendidikan, Kombes Pol Andry Kurniawan yang merupakan Alumni Angkatan Kepolisian (Akpol) 2000 ini, juga memberikan bantuan dalam rangka Hari Bhayangkara ke 79 tahun berupa sembako, seperti beras, telur dan lainnya.
“Bantuan ini sebagai wujud kepedulian, dan meringankan beban keluarga, apalagi Almarhumah meninggalkan seorang anak yang masih kecil, masih di bangku sekolah,” kata Kombes Pol Andry Kurniawan.
Kombes Pol Andry mengakui, dirinya sudah lama mengagendakan untuk menyerahkan bantuan kepada keluarga almarhumah Desi Erianti. Namun, niat baiknya itu baru terlaksana hari ini karena terhalang kesibukan aktivitas.
“Dari sisi kemanusiaan, kita sangat berempati dengan musibah yang menimpa almarhumah. Kita mendoakan mudah-mudahan almarhumah husnul khotimah dan anak yang ditinggalkan bisa mengenyan pendidikan setinggi-tingginya,” harap Kombes Pol Andry.
Perwakilan keluarga, Suyudi, menyampaikan, kedatangan Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombespol Andry Kurniawan, dapat mengobati rasa sakit dan duka dari keluarga.
“Semoga bantuan yang diberikan oleh Bapak Kombespol Andry, bisa meringkan keluarga. Bantuan tersebut menandakan bahwa Polri hadir untuk masyarakat,” ucap Suyudi, adik Desi Erianti.
Yudi mengatakan, pihak keluarga sama sekali tidak pernah menduga, bahwa Polda Sumbar melalui Dirreskrimsus, datang berempati serta memberikan bantuan.
“Atas bantuan yang diberikan, kami dari pihak keluarga mengucapkan terima kasikh. Semoga bisa membantu suami dan anak Almarhumah kakak kami (Desi Erianti) yang masih bersekolah,” pungkas Yudi yang juga wartawan Padang Ekspres ini.
Untuk diketahui, Desi Erianti meninggal dunia setelah ditolak masuk ruang IGD RSUD Rasyidin Padang. Kasus ini pun viral di media sosial pada awal Juni lalu.
Menurut keterangan keluarga, Desi datang dalam kondisi sesak napas hanya membawa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun pihak rumah sakit disebut menolak menangani karena kondisi pasien dianggap tidak termasuk dalam kategori gawat darurat (emergency).
Karena tidak ada biaya cukup untuk ke rumah sakit lain, keluarga memilih membawa Desi pulang dengan bentor (becak motor) dalam cuaca malam yang dingin.
Namun harapan itu sirna. Esok harinya, kondisi Desi memburuk dan ia dilarikan ke RSU Siti Rahmah. Sayangnya, nyawa Desi tak tertolong lagi. (rgr)






