PAYAKUMBUH/50 KOTA

Musim Kemarau, Masyarakat Banyak Beli Air Bersih

0
×

Musim Kemarau, Masyarakat Banyak Beli Air Bersih

Sebarkan artikel ini
BELI AIR BERSIH— Mobil yang membawa air bersih saat ditunggu masyakat di sekitar Kabupaten Limapuluhkota yang kini didera musim kemarau.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Musim kemarau yang terjadi sejak beberapa bulan lalu, tidak saja berdampak pada gagal panen ta­naman masyarakat diber­bagai Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, namun juga berdampak mengeringnya sumber air masya­rakat. Sehingga banyak masyarakat yang terpaksa harus membeli air bersih dengan mengeluarkan uang lebih.

Kondisi itu terpantau di pengisian air bersih di Kawasan Batang Tabik Nagari Sungai Kamuyang Kecamatan Luhak, belasan kendaraan bak terbuka menggunakan tanki mengisi air untuk dijual kepada ma­syarakat diberbagai Nagari. Tidak hanya untuk dijual kepada masyarakat di daerah sekitar, namun juga kepada masyarakat di Kecamatan lainnya.

Satu tangki air isi 1000 liter bisa dijual Rp. 40 hingga Rp. 75 ribu, sesuai jarak pe­ngantaran dari sumber pengambilan air. Umumnya masyarakat yang membeli air bersih itu untuk kebutuhan rumah tangga, sekolah dan usaha. “Air ini untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di berbagai perumahan di Kabupaten Limapuluh Kota, untuk rumah tangga, sekolah dan usaha kandang ayam. Satu tangki dijual Rp. 40 hingga Rp. 75 ribu,” ucap Indra, penjual Air bersih, Kamis (17/7).

Lebih lanjut Indra menjelaskan, yang banyak mem­beli air bersih kepada­nya adalah masyarakat yang terdampak kekeri­ngan akibat kema­rau. “Kon­disi seperti ini sudah dua bulan, umumnya ma­syarakat yang terdampak kemarau. Penjualan meningkat untuk saat ini,” tutupnya.

Terjadi peningkatan pen­jualan air bersih juga diungkapkan Ref, pemilik usaha pengisian air bersih di Nagari Sungai Kamu­yang. Menurutnya, jika hari biasanya sebelum kemarau pembeli yang datang menggunakan kendaraan roda empat berkisar 5 hingga 8 orang, namun saat ini bisa mencapai puluhan, sehingga antrian panjang kendaraan kerap terjadi. “Sangat meningkat, saat ini bisa mencapai puluhan kendaraan yang antri untuk mengisi/membeli air bersih. Bahkan antrian bisa sampai malam hari,” ucapnya. Meningkatnya penjualan air bersih, menurutnya menjadi berkah tersendiri. “Alhamdulillah pendapatan juga meningkat dengan meningkatnya permintaan air bersih,” tutupnya. (uus)