PADANG, METRO–Pada peringatan HUT Koperasi ke 78 yang digelar Pemprov Sumbar di halaman kantor gubernur Jalan Sudirman, ada makna yang tajam untuk para pengurus koperasi, khususnya di Sumbar. Jangan sampai koperasi pecah atau rusak karena kepentingan kelompok tertentu. Semangat perjuangan dan persatuan harus dikobarkan. “Saya ingatkan hingga kini koperasi yang di Sumbar masih solid dan kompak. Artinya koperasi kita masih waras,” ujar Gubernur Sumbar Mahyeldi bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan HUT Koperasi ke 78, Rabu (17/7).
Kata Mahyeldi, jangan samakan koperasi Sumbar dengan daerah lain. Persatuan kita masih kuat. Jangan yang jelek jelek di bawa ke daerah.
“Dan saya masih berkomitmen . Jika ada persoalan tolong selesaikan dulu urusannya. Jangan sampai pemerintah daerah yang menyelasaikan persoalan itu, inilah komitmen saya. Jangan samakan Sumbar dengan daerah lain. Insyaallah, Sumbar masih berpegang teguh pada Pancasila yakni Sila ke tiga, persatuan Indonesia,” ucap Mahyeldi.
Untuk itu kepada seluruh para pengurus atau badan apa yang saja yang ada di Sumbar, jangan terpengaruh pada pusat. Kita tak ingin terbelah.
Karena masalah ini pernah saya alami pasa saat pilkada kemarin. Orang Sumbar di pusat diadu pada saya. Namun usai pemilu, orang Sumbar yang ada di pusat itu mendatangi saya dan bersalaman.
“Dari gambaran ini jelas terlihat ada kepentingan kepentingan tertentu yang mencoba memecah. Namun kita hadapi persoalan itu dengan persatuan,” jelas Mahyeldi.
Jika diingat sebut Mahyeldi, sejarah perjuangan Bung Hatta, atau Mohammad Hatta, dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia karena perannya yang besar dalam memajukan dan mengembangkan koperasi di Indonesia. Ia melihat koperasi sebagai solusi untuk membangun ekonomi kerakyatan yang kuat dan mandiri, serta sebagai alat untuk mengatasi kesenjangan ekonomi.
Bung Hatta percaya bahwa koperasi adalah jalan menuju kemandirian ekonomi rakyat Indonesia dan menjadi alternatif dari sistem ekonomi kapitalis.
Ia tidak hanya memberikan gagasan, tetapi juga terlibat langsung dalam pendidikan, seminar, dan pembentukan lembaga koperasi.
Bung Hatta mendorong koperasi di berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, dan industri, untuk memberdayakan masyarakat. Bahkan kata Mahyeldi, ia menekankan pentingnya prinsip-prinsip koperasi seperti partisipasi demokratis, keadilan, dan kemandirian ekonomi dalam pengelolaan koperasi.
Pada tahun 1950, Bung Hatta meluncurkan “Gerakan Koperasi Nasional” untuk memperluas jangkauan koperasi di seluruh Indonesia.
Ketua Koperbam Chandra didampingi Sekretaris Nursal Uce, M, SH, kepada POSMETRO usai upacara mengaku sangat mendukung sekali apa yang dikatakan Gubernur Sumbar Mahyeldi bahwa koperasi di Sumbar masih waras. Namun Mahyeldi mengingatkan kepada pihak pihak tertentu jangan merusak atau memecah koperasi yang sudah eksis dan perbuat. “Mudah mudahan HUT Koperasi ke-78 tahun 2025 ini menjadi tonggak sejarah yang terus berlanjut demi terciptanya ekonomi kerakyatan yang merata,” harap Chandra. Bagi Koperbam, koperasi bukan sekadar badan usaha, tetapi sarana pemberdayaan rakyat dan perwujudan keadilan sosial dalam sistem ekonomi. “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan,” demikian amanat Pasal 33 UUD 1945 yang mencerminkan langsung gagasan besar Bung Hatta. (ped)






