METRO BISNIS

Perkuat Sinergi,  LPS Tampung Aspirasi Pelaku Indusri Perbankan Sumbar

0
×

Perkuat Sinergi,  LPS Tampung Aspirasi Pelaku Indusri Perbankan Sumbar

Sebarkan artikel ini
SILARURAHI—Kantor Perwakilan LPS I mengadakan pertemuan dengan pelaku industri perbankan wilayah Sumbar.

PADANG, METRO–Kantor Perwakilan Lem­baga Penjamin Simpanan (LPS) I mengadakan pertemuan silaturahmi de­ngan pelaku industri perbankan Wilayah Sumatra Barat (Smbar), pada Selasa (15/7).

Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara LPS selaku otoritas resolusi perbankan dengan pelaku industri perbankan, khususnya di Wilayah Su­matera Barat. Pertemuan silaturahmi tersebut dihadiri oleh pimpinan-pimpinan maupun perwakilan da­ri bank umum/bank umum syariah dan bank pe­rekonomian rakyat (BPR) dan BPR syariah yang berada di wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Dalam sambutan Di­rek­tur Eksekutif Keuangan LPS, Danu Febrianto yang dibacakan oleh Kepala Kantor Perwakilan LPS I, pertemuan dengan perbankan ini diharapkan dapat menjadi media untuk menyerap masukan dan mendengar langsung aspirasi dari industri, serta membangun komunikasi yang terbuka, jujur, dan konstruktif.

“Dengan saling memahami dan bekerja sama, kita dapat menjaga kepercayaan publik dan menciptakan sistem keuangan yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan,” ujar Danu Fe­brianto.

Sebagai penyelenggara, Kepala Kantor Perwakilan LPS I, Muhamad Yusron, menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan hubungan baik yang terjalin dengan perbankan di Sumatera Barat sejak Kantor Perwakilan LPS I berdiri pada Mei 2024 dan berharap untuk dapat terus mengembangkan kolaborasi di masa depan.

Dalam kesempatan ter­sebut, Muhamad Yusron turut memaparkan mengenai perkembangan kondisi perbankan dan penjaminan simpanan di Pro­vinsi Sumatra Barat.

“Sektor perbankan di Sumatera Barat menunjukkan kinerja yang positif. Pertumbuhan aset, DPK, kredit/pembiayaan di Su­matera Barat secara umum cukup tinggi di atas pertumbuhan total industri BPR/BPRS secara nasional yaitu masing-masing 9,58% yoy untuk pertumbuhan aset, 5,90% yoy untuk pertumbuhan DPK, dan 9,39% yoy untuk pertumbuhan kredit”, tambah Muhamad Yusron.

Direktur Group Analisis Stabilitas Sistem Keuangan, Ahmad Subhan Irani yang hadir pada kegiatan tersebut turut menjadi narasumber dan menyampaikan pemaparan mengenai ketahanan perbankan nasional di era ketidakpastian global.

“Dalam rangka mendukung kinerja intermediasi dan ekonomi serta mem­berikan ruang bagi perbankan dalam pengelolaan likuiditas. Tingkat Bunga Penjaminan LPS diupayakan tetap sejalan dengan kondisi bank dan akomodatif terhadap dinamika suku bunga lintas kelompok”, ujar Ahmad Subhan Irani.

Momen silaturahmi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan dan komunikasi antara LPS dan perbankan Sumatera Barat sehingga dapat mendukung terciptanya sistem perbankan yang sehat dan terpercaya, baik di Wila­yah Sumatera Barat, maupun nasional. (rgr)