METRO PADANG

Andre Rosiade Minta Pemilih Ramaikan TPS

0
×

Andre Rosiade Minta Pemilih Ramaikan TPS

Sebarkan artikel ini

ADINEGORO, METRO – Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), H Andre Rosiade meminta warga Sumbar untuk meramaikan tempat pemungutan suara (TPS), Rabu (17/4) besok. Jangan sampai ada warga yang tidak memberikan suaranya atau golput (golongan putih, red). Hal itu akan merugikan diri sendiri dan bangsa ke depannya.
“Lusa (besok, red) adalah waktunya semua pemilih untuk memberikan hak suaranya di TPS. Marilah kita bersama-sama menyukseskan Pemilu serentak ini. Ini adalah cara kita menunjukkan kepedulian terhadap bangsa ini ke depan. Mari ajak keluarga, tetangga, dan orang-orang di sekitar kita,” kata alumni SMAN 2 Padang ini.
Andre Rosiade menyebut, meski saat ini ada dua pihak yang bertarung di pemilihan Presiden (Pilpres), namun keduanya, baik Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin tak ingin golput meningkat. Keduanya telah bekerja keras meyakinkan masyarakat menjelang Pilpres nanti.
“Kedua belah pihak, TKN dan BPN, telah bekerja lebih keras untuk menyampaikan gagasan dan program agar bisa dipahami dan diketahui oleh masyarakat. Jadi tinggal lagi pemilih menentukan pilihannya. Begitu juga untuk surat suara DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota,” ujarnya.
Menurut Andre, tidak ada yang diuntungkan kedua kandidat, baik Jokowi-Ma’ruf atau Prabowo-Sandi jika golput meningkat.
“Saya rasa tidak ada yang diuntungkan dua-duanya. Malah mereka akan dirugikan, siapa tahu yang golput seharusnya adalah pendukung mereka,” kata Andre.
Andre Rosiade optimistis, dengan gencarnya kedua tim berkampanye, akan membuat angka golput menurun. Masyarakat akan berbondong-bondong datang ke TPS.
“Yang jelas kami optimistis, Insya Allah masyarakat akan ramai ke TPS. Baik yang ingin perubahan, atau yang ingin dua periode,” katanya.
Andre mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga nilai demokrasi dalam Pemilu 2019 dengan baik. Salah satunya adalah menolak secara tegas upaya jual beli suara.
“Kami memang mendengar ada oknum-oknum yang mencoba ‘menyuap’ rakyat dengan amplop-amplop. Tapi kami yakin, masyarakat sudah cerdas dan telah menentukan pilihan,” sebut Andre.
Karena itu, dengan adanya indikasi praktik pembelian suara rakyat, Andre meminta seluruh masyarakat menjaga proses demokrasi yang hanya tinggal beberapa hari ini dengan cara baik dan mengikuti hati nurani. “Kalau memang melihat kecurangan sebelum, saat atau setelah pencoblosan, jangan ragu-ragu untuk melapor,” sebut Andre. (r)