METRO SUMBAR

Di Tengah Badai Efisiensi, Usulan Pembangunan Tetap Mengemuka di Musnag Koto Baru

0
×

Di Tengah Badai Efisiensi, Usulan Pembangunan Tetap Mengemuka di Musnag Koto Baru

Sebarkan artikel ini
MUSYAWARAH NAGARI— Camat Sungai Tarab Miza Azis memberikan sambutan saat pembukaan Musnag Koto Baru, Kecamatan Sungai Tarab, Tanahdatar, untuk RKP Tahun 2026 DU RKP Tahun 2027, Selasa (15/7).

TANAHDATAR, METRO–Di tengah badai efisiensi anggaran, berbagai usulan pembangunan mengemuka pada Musnag Koto Baru, Kecamatan Sungai Tarab, Tanahdatar, untuk RKP Tahun 2026 DU RKP Tahun 2027, Selasa (15/7) di gedung pertemuan Nagari setempat. Hadir dalam dalam kesempatan itu, Kadis Parpora Riswandi, Camat Sungai Tarab Miza Azis, Wali Nagari Koto Baru Nafri, Ketua KAN, BPRN, Wali Nagari se Kecamatan Sungai Tarab dan tamu undangan lainnya.

Camat Sungai Tarab Miza Azis sampaikan kondisi keuangan daerah yang terimbas efisiensi anggaran sangat tidak memungkinan adanya kegiatan fisik pada tahun 2025 ini. Demikian juga dengan anggaran biaya pemeliharaan baik itu di nagari maupun Kecamatan hingga Kabupaten, sebut Camat.

Ditambahkan, penge­coran bahu jalan juga termasuk dalam pemotongan anggaran kegiatan. Hal yang sama juga terjadi bagi pokok pokok pikiran (Pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) “Tahun keprihatinan, kita tunggu kebijakan pemerintah pusat, mudah2an anggaran perubahan dapat berjalan dengan harapan masyarakat,” kata Camat Miza Azis.

Di sisi lain, Camat me­nyampaikan sudah terbentuk sebanyak 10 koperasi merah putih di Kecamatan Sungai Tarab lengkap de­ngan bafan hukumnya.

Kadis Parpora Riswandi harapkan hasil Musnag Koto Baru dapat mengakomodir usulan usulan ma­syarakat nagari bisa masuk ke dalam RKP 2026 DU RKP 2027. Dinas Parpora adalah pengampu salah satu progul pemerintah daerah yakni Satu Iven Satu Nagari, atas dasar i­tulah Dinas Parpora berkewajiban hadir dalam Musnag Koto Baru.

Bila ada anggapan yang mengatakan Satu Iven Satu Nagari adalah pemborosan anggaran, itu adalah anggapan yang salah, ma­lah sebaliknya, jelas Ris­wandi. Tanahdatar sangat bergantung pada anggaran dana yang bersumber dari pemerintah pusat, maka dari itu kita glharus patuh dan taat pada kebijakan pemerintah pusat,” tuturnya.

Dijelaskan, ada satu nagari yang berdirikari dalam pelaksanaan Satu Iven Satu Nagari yakni Nagari Padang Ganting, tidak menggunakan anggaran Pemerintah Daerah Tanahdatar.”Nagari Padang Ganting kita masukan dalam kalender iven daerah Tanahdatar,” ka­tanya.

Ia harapakan setiap nagari dapat melanjutkan program Satu Iven Satu Nagari, untuk membangkitkan Ekonomi Kreatif Nagari atau Pendapat Asli Nagari (PAN). Di samping itu tambah Riswandi, SISN dapat mengangkat potensi wisata dan budaya nagari serta mengangkat kreatifitas anak nagari. Sebe­lumnya Wali Nagari Koto Baru Nafri ucapakan selamat datang pada tamu undangan Musnag Koto Baru. Ia berharap Musnag Koto Baru dapat menghasilkan usulan yang dapat me­ningkatkan pembangunan nagari yang selaras de­ngan program pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. (ant)