JAKARTA, METRO–Masa operasional haji 2025 resmi ditutup oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pada Senin (14/7). Berikutnya Presiden Prabowo Subianto diminta segera memulai pembangunan kampung haji Indonesia di Arab Saudi. Apalagi Kerajaan Saudi sudah memberikan lampu hijau.
Desakan tersebut disampaikan Ketua Umum Komisi Nasional (Komnas) Haji Mustolih Siradj. Dia menyampaikan, Muhammad Bin Salman, selaku Putera Mahkota Arab Saudi telah memberikan dukungan penuh atas rencana Prabowo membangun kampung haji (Indonesian village). Nantinya kampung haji itu berada di kawasan ring satu. Persisnya di radius 400 meteran dari Masjidilharam.
“Realisasi pembangunan kampung haji akan menjadi lompatan besar. Dan akan sangat berarti dalam pemerintahan Prabowo,” kata Mustolih (15/7). Pasalnya, keberadaan kampung haji itu akan berdampak sangat luas bagi penguatan ekosistem penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Selain itu juga membawa transformasi tata kelola menegemen penyelenggaraan ibadah haji. Sehingga bisa lebih efisien dan mendorong nilai tambah. Mustolih mengatakan, dengan jumlah jamaah haji Indonesia per tahunnya mencapai 221 ribu orang, keberadaan kampung haji itu sangat vital. Belum lagi setiap tahun ada sebanyak 1,5 juta jamaah umrah Indonesia.
“Ini akan menjadi putaran ekonomi yang sangat besar dan menjanjikan,” jelasnya.
Mustolih mengatakan, selama ini pemangku kebijakan penyelenggaraan haji dan umrah belum terintegrasi dalam satu visi yang utuh. Karena masing-masing seperti berjalan sendiri-sendiri tanpa cetak biru atau desain besar yang jelas.
Dengan hadirnya kampung haji, semua elemen diharapkan bisa terkoordinasi dan terkoneksi satu sama lain. Mulai dari urusan ibadah, akomodasi, transportasi, dan keperluan lainnya. Dengan integrasi itu, diharapkan dapat memberikan dampak dan nilai yang besar. Bukan saja bagi bagi jemaah, tetapi para pelaku bisnis sektor perhajian.
“Komnas Haji berharap Presiden Prabowo perlu segera membentuk tim untuk mempercepat realisasi pembangunan kampung haji yang terdiri dari para ahli,” katanya.
Kemudian juga melibatkan pakar lintas sektor yang kompeten dan berintegritas. Semuanya duduk satu meja, menyusun grand design dan peta jalan berbagai aspek pembangunan kampung haji di Saudi.
Mustolih mengatakan, kampung haji nantinya diharapkan bisa menjadi pusat berbagai aktivitas yang terintegrasi. Bukan hanya sebagai kawasan residensial bagi jamaah haji dan umrah.
Tetapi juga mencakup kawasan komersial, layanan publik, sentra kegiatan keagamaan, serta pusat diplomasi dan budaya di kancah global. Dia menegaskan, Saudi merupakan negara penting, karena menjadi lalu lintas masyarakat global dari berbagai penjuru dunia. Keberadaan kampung haji Indonesia di sana pasti akan dilirik negara-negara pengirim haji atau umrah lainnya. (jpg)






