PARIAMAN, METRO–Program seragam sekolah gratis bagi siswa baru kelas 1 Sekolah Dasar (SD) di Kota Pariaman dipastikan tetap berjalan pada tahun ajaran 2025/2026. Namun, pembagiannya yang semula direncanakan sebelum tahun ajaran dimulai, harus diundur hingga akhir Juli atau awal Agustus 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, menjelaskan bahwa penundaan ini disebabkan oleh proses pendataan yang masih berlangsung untuk memastikan akurasi data penerima.
“Program ini tetap dilaksanakan. Hanya saja waktunya bergeser karena kita ingin datanya benar-benar valid agar seragam yang dibagikan sesuai dan bisa langsung dipakai siswa,” ujar Hertati.
Pendataan mencakup seluruh siswa baru di SD negeri se-Kota Pariaman, termasuk pengukuran tinggi badan, ukuran baju, ukuran sepatu, dan kebutuhan tas.
Karena proses pengukuran dilakukan langsung oleh pihak sekolah setelah tahun ajaran baru dimulai, pembagian seragam otomatis harus menunggu proses tersebut rampung.
“Pengukuran tidak bisa dilakukan sebelum siswa masuk sekolah. Jadi, pembagian perlengkapan akan dilakukan setelah proses pendataan selesai,” tambahnya.
Dinas Pendidikan menargetkan pengumpulan data selesai dalam dua pekan ke depan. Jika sesuai rencana, produksi dan distribusi seragam akan dilakukan pada akhir Juli atau awal Agustus.
Perlengkapan yang akan dibagikan secara gratis mencakup satu stel seragam merah putih lengkap dengan dasi dan topi, sepasang sepatu, serta satu tas sekolah.
Program ini menyasar seluruh murid baru kelas 1 SD negeri di Kota Pariaman dan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah tanpa pungutan biaya dari orang tua murid.
“Ini adalah wujud komitmen wali kota dan wakil wali kota untuk memberikan akses pendidikan yang merata dan inklusif. Kita ingin memastikan semua anak bisa masuk sekolah dengan perlengkapan yang layak, tanpa membedakan latar belakang ekonomi,” tutup Hertati. (efa/rel)






