AGAM, METRO–Kolaborasi strategis antara dunia usaha dan pemerintah kembali membuahkan hasil positif. PT Federal International Finance (FIF Group), anak perusahaan Astra Group, resmi menghadirkan Kampung Berseri Astra (KBA) di Jorong Batang Palupuah, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam.
Program KBA diresmikan melalui acara Kick Off KBA pada Senin (14/7), yang dihadiri langsung oleh Bupati Agam, Benni Warlis, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumbar, serta jajaran direksi FIF Group.
Bupati Agam Benni Warlis dalam sambutannya menyebutkan bahwa KBA merupakan contoh nyata upaya kolektif untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berdaya.
“Empat pilar utama KBA—sehat, cerdas, kreatif, dan hijau—selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Agam yang menekankan pemberdayaan nagari, pelestarian alam, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Menurut Benni, Nagari Koto Rantang dipilih karena kekayaan alamnya, nilai budaya yang kental, serta semangat gotong royong masyarakat yang kuat.
“Dengan dukungan FIF Group, potensi nagari ini akan berkembang lebih pesat dan menjadi contoh bagi nagari-nagari lain di Agam,” lanjutnya.
Sementara itu, Direktur FIF Group, Esther Sri Harjati, menegaskan bahwa kehadiran FIF bukan hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga bagian dari masyarakat yang bertanggung jawab sosial.
“Kami percaya bahwa pembangunan bangsa dimulai dari desa. Melalui KBA, kami ingin mendorong masyarakat untuk tumbuh secara mandiri, sehat, dan sejahtera,” katanya.
Usai acara peresmian, rombongan tamu undangan melakukan peninjauan ke beberapa unit usaha binaan FIF Group, seperti rumah daur ulang dan Raflesia Luwak Coffee, sebagai bukti konkret pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Perwakilan Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Yozarwardi, menyebut bahwa inisiatif seperti KBA sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
“KBA harus menjadi model inspiratif. Namun kesuksesannya sangat tergantung pada partisipasi aktif seluruh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa program ini selaras dengan upaya menghadapi perubahan iklim, karena mengedepankan edukasi dan aksi nyata di tingkat lokal, baik dalam mitigasi maupun adaptasi.
“Semoga KBA ini bukan hanya menjadi tempat tinggal yang lebih baik, tetapi juga ruang tumbuh bersama yang mendorong perubahan positif,” tutupnya. (pry)






