OLAHRAGA

Festival Sepak Rago Evi Yandri Rajo Budiman Cup IV Resmi Ditabuh, Wakil Ketua DPRD Sumbar: Upaya untuk Melestarikan Olahraga Tradisional Minangkabau

0
×

Festival Sepak Rago Evi Yandri Rajo Budiman Cup IV Resmi Ditabuh, Wakil Ketua DPRD Sumbar: Upaya untuk Melestarikan Olahraga Tradisional Minangkabau

Sebarkan artikel ini
SEPAK RAGO— Wakil Gubernur Sumbar, Vasco Ruseimy bersama Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman saat membuka Festival Sepak Rago Evi Yandri Rajo Budiman Cup IV.

PADANG, METRO–Sebanyak 35 tim dari Kota Padang dan Kabupa­ten PadangPariaman, Su­matera Barat (Sumbar) bertanding memperebutkan Piala Bergilir Evi Yandri Rajo Budiman Cup IV pada festival Sipak Rago se Sumatera Barat.

Festival berlangsung 11 hingga 13 Juli 2025 dibuka langsung Wakil Gubernur Sumbar, Vasco Ruseimy di Kelurahan Balai Gadang, Sungai Bangek, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat malam (11/7).

Evi Yandri Rajo Budiman yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Pro­vinsi Sumatera Barat mengatakan, kegiatan tersebut diadakan untuk melestarikan olahraga tradisional sepak Rago di tengah ma­syarakat.

“Permainan masya­rakat Minangkabau ini adalah tradisi yang diwarisi secara turun-temurun yang memiliki nilai-nilai luhur. Nilai nilai luhur yang terkandung dalam permainan anak nagari ini berbeda dengan permainan sepak takraw,” ungkap Evi Yandri.

Evi Yandri menjelaskan, jika sepak takraw saling berhadapan, saling menjatuhkan dan saling me­nyerang, Sepak Rago ma­lah saling memberikan penampilan yang terbaik.

“Tercermin kekompakan, ketangkasan, tidak ada sakit hati, tidak mau balas dendam dan selalu memberikan yang terbaik. Permainan tersebut dibutuhkan kerja tim dan kekompakan sehingga bola bisa bertahan lama di udara,” tutur dia.

Malah, ungkap Evi Yandri, sekalipun menerima bola dengan tidak baik, akan selalu memberikan bola yang terbaik. “Permainan ini perlu dilestarikan untuk menghidupkan kembali semangat para pejuang dalam menghadapi penjajah,” ujar Evi Yandri.

Sebagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, Sepak Rago saat menghadapi penjajah, sebagai permainan untuk mengelabui penjajah, karena generasi muda saat itu tidak boleh belajar silat.

Evi Yandri menambahkan, dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, sepak Rago yang tetap bertahan hingga saat ini di Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman. Di Kota Padang hanya terdapat di Kecamatan Koto Tangah, Kuranji dan Kecamatan Nanggalo.  “Demikian juga Kabupaten Padangpariaman. Sepak Rago hanya terdapat di sejumlah kecamatan di daerah tersebut,” tutup Evi. (rgr)