METRO BISNIS

Toyota, Suzuki, dan Daihatsu Komitmen Tak Naikkan Harga Jual Mobil, Janji Tidak Melakukan PHK di Indonesia

0
×

Toyota, Suzuki, dan Daihatsu Komitmen Tak Naikkan Harga Jual Mobil, Janji Tidak Melakukan PHK di Indonesia

Sebarkan artikel ini
BERBINCANG—Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berbincang dengan perwakilan Toyota, Daihatsu, dan Suzuki di Osaka, Jepang.

OSAKA, METRO–Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa ia telah mendapat komitmen positif dari tiga produsen otomotif asal Je­pang, yakni Toyota, Suzuki dan Daihatsu.

Ketiga jenama itu menyampaikan komitmen untuk tidak menaikkan harga jual mobil dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

Hal ini disampaikan Agus Gumiwang saat berada di Paviliun Indonesia dalam acara World Expo 2025 Osaka di Jepang, pada Jumat (11/7).

Dalam pertemuannya dengan Toyota Suzuki, dan Daihatsu, Agus Gumiwang mengatakan telah menyampaikan keprihatinan atas potensi gejolak di sektor otomotif nasional.

Namun, menjaga harga mobil tidka naik dan tidak adanya PHK perlu dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat dan tetap adanya lapangan kerja di sektor otomotif.

“Maka itu, saya secara khusus meminta agar tidak ada kenaikan harga mobil dan tidak ada PHK di Indonesia. Ini penting demi menjaga daya beli ma­sya­rakat dan menjaga lapangan kerja di sektor otomotif yang merupakan salah satu penopang industri nasional,” kata Agus Gumiwang dalam keterangannya, dikutip Minggu (13/7).

Lebih lanjut, Agus memastikan bahwa permin­taannya itu telah disambut positif oleh tiga produsen otomotif tersebut.

Bahkan, mereka telah menyatakan komitmennya untuk menjaga harga tetap stabil dan mempertahankan tenaga kerja yang ada di Indonesia.

“Komitmen mereka ka­mi apresiasi. Ini adalah langkah konkret dalam men­du­kung stabilitas industri otomotif di Indonesia,” lanjutnya.

Dalam pertemuan di Osaka tersebut, Agus menyebut pihaknya telah melakukan pembahasan terkait pentingnya menjaga pasar otomotif di tanah air.

Terlebih saat ini pemerintah Indonesia sedang mengupayakan berbagai langkah deregulasi dan insentif untuk mendorong iklim investasi di sektor tersebut.

Itu sebabnya, Agus me­ne­kankan kolaborasi erat antara pemerintah dan prinsipal otomotif terkait dengan keberlanjutan industri dan kesejahteraan tenaga kerja di Indonesia.

Pasalnya, kata Agus, industri otomotif telah ber­kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Sehingga industri otomotif menjadi sektor strategis yang harus dijaga bersama.

“Pasar otomotif Indonesia sangat potensial. Jangan sampai kehilangan momentum hanya karena kenaikan harga atau pengu­rangan tenaga kerja yang bisa memicu efek domino,” pungkasnya. (jpg)