BARCELONA tak pernah berhenti bermimpi besar. Meski masih dibayangi masalah finansial, klub raksasa Katalan itu kembali menjadi sorotan bursa transfer musim panas 2025. Kali ini, target mereka bukan sembarang nama: Julian Alvarez, penyerang tajam milik Atletico Madrid yang musim lalu tampil luar biasa.
Laporan dari Fichajes menyebutkan bahwa Alvarez kini menjadi nama paling sering dibicarakan oleh jajaran petinggi Barcelona. Bintang timnas Argentina itu disebut-sebut sebagai incaran utama Hansi Flick untuk memperkuat lini depan musim depan.
Julian Alvarez, yang baru bergabung dengan Atletico Madrid musim lalu dari Manchester City, berhasil mencetak 29 gol dan delapan assist dalam 57 penampilan di semua ajang. Catatan tersebut membuatnya langsung menjadi andalan utama Diego Simeone di Wanda Metropolitano.
Tak hanya itu, statistiknya bersama Manchester City juga impresif. Dalam 103 laga bersama The Citizens, Alvarez mencetak 36 gol dan memberikan 19 assist. Maka tak heran jika kepergiannya dari Etihad Stadium sempat mengejutkan banyak pihak.
Kini, hanya satu musim berselang, namanya kembali menghiasi headline media-media besar. Kali ini bukan karena performanya bersama Atletico, melainkan karena ketertarikan Barcelona untuk memboyongnya ke Camp Nou. Sebuah rencana ambisius yang siap mengguncang rivalitas di La Liga.
Barcelona dikabarkan siap mengajukan tawaran di kisaran 100 juta Euro atau 85 juta Pound untuk mendapatkan Alvarez. Sebuah nilai yang diperkirakan bisa membuat Atletico mulai tergoda, meskipun sang striker masih terikat kontrak hingga 2030.
Namun tentu saja, rencana ini tak semudah membalik telapak tangan. Masalah keuangan Barcelona masih menjadi kendala utama. Klub masih bergelut dengan berbagai aturan keuangan La Liga, termasuk soal pendaftaran pemain baru.
Kendati demikian, para petinggi klub tetap optimis. Mereka yakin transfer sebesar ini bisa direalisasikan, terlebih jika melihat potensi besar yang dimiliki Alvarez dalam jangka panjang. Terlebih, Barca membutuhkan simbol proyek baru yang bisa membawa kejayaan kembali ke Camp Nou.
Lalu, di mana Alvarez akan bermain jika benar-benar mendarat di Barcelona? Posisi naturalnya adalah penyerang tengah. Namun, fleksibilitasnya membuat ia juga mampu bermain di sisi sayap, bahkan sebagai second striker.
Di sisi lain, Robert Lewandowski masih menunjukkan performa luar biasa meski telah berusia 36 tahun. Ia tetap akan menjadi penyerang utama musim depan di bawah arahan Hansi Flick. Dengan situasi ini, Alvarez bisa saja diposisikan sebagai pemain nomor 10, bermain di belakang Lewandowski, atau sebagai opsi rotasi di lini depan.
Kehadiran Lamine Yamal dan Raphinha di sektor sayap juga membuat lini serang Barca semakin kompetitif. Namun, rencana jangka panjang tampaknya lebih masuk akal. Lewandowski kemungkinan besar akan hengkang pada musim panas 2026. Saat itulah Alvarez bisa mengambil alih posisi ujung tombak secara penuh.
Dengan kata lain, pembelian Julian Alvarez bukan hanya soal kebutuhan saat ini, tapi investasi besar untuk masa depan. Ia bisa menjadi sosok sentral dalam transformasi lini depan Barcelona pasca-Lewandowski.
Namun di balik semua potensi itu, tetap saja ada pertanyaan besar: apakah Barcelona mampu mengeluarkan dana sebesar 85 juta Pound di tengah keterbatasan anggaran? Banyak pengamat menilai bahwa transfer ini akan menjadi ujian besar bagi manajemen Joan Laporta.
Satu hal yang jelas, jika transfer ini berhasil diwujudkan, maka Barcelona telah mengirimkan pesan kuat kepada para pesaingnya. Mereka belum habis. Mereka masih punya ambisi besar. Dan mereka masih ingin menguasai Spanyol dan Eropa.
Julian Alvarez bisa menjadi simbol kebangkitan baru di Camp Nou. Seorang striker modern, produktif, pekerja keras, dan berpengalaman di level tertinggi. Kini, bola ada di tangan Barcelona, apakah mereka akan berani mengambil langkah besar ini atau justru membiarkan peluang emas itu berlalu begitu saja. (jpg)






