SIJUNJUNG, METRO–Geopark Ranah Minang Silokek, Kabupaten Sijunjung resmi diusulkan pemerintah pusat untuk menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Diusulkan untuk menjadi sebuah destinasi yang diakui oleh dunia dan internasional.
Pengusulan itu berdasarkan hasil penilaian dari Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) ke Kabupaten Sijunjung pada Mei 2025 kemarin. Dari hasil penilaian tersebut, Geopark Silokek berada di urutan teratas dengan nilai 86,35. Kemudian disusul sejumlah geopark lainnya di Indonesia untuk diusulkan menjadi UNESCO Global Geopark.
Perjuangan dan penantian Geopark Silokek yang merupakan ikon Kabupaten Sijunjung untuk menjadi bagian dari UGG akan segera terwujud.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Dr.Zefnihan yang juga merupakan badan pengelola (BP Geopark Silokek) mengatakan, pengusulan ini dilakukan setelah Geopark Silokek masuk ke dalam aspiring UNESCO Global Geopark.
“Setelah masuk aspiring, kita dinilai oleh tim KNGI yang turun langsung ke lapangan. Mencocokkan apakah data yang di dokumen sesuai dengan kondisi real-nya di lapangan. Karena hasil tersebut akan menjadi penentu untuk pengusulan ke UNESCO,” tutur Dr.Zefnihan.
“Alhamdulillah, Geopark Ranah Minang Silokek kini diusulkan ke UNESCO untuk menjadi tergabung ke dalam UNESCO Global Geopark,” katanya menambahkan.
Dengan pencapaian hingga saat ini, pihaknya berharap dan mohon dukungan dari seluruh pihak agar pengusulan Geopark Silokek menjadi UGG berjalan sukses dan sesuai harapan.
“Ini semua merupakan rangkaian proses yang panjang. Terutama sejak Pemkab Sijunjung menjadikan Geopark sebagai sebuah konsep pembangunan daerah. Dengan menargetkan Geopark Silokek masuk ke dalam destinasi dunia atau UNESCO Global Geopark,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sijunjung, Afrineldi menjelaskan. Ini merupakan pertama kalinya Geopark Silokek resmi diusulkan oleh pemerintah pusat ke UNESCO.
Meski demikian, masih ada tahapan penilaian lainnya yang harus dipersiapkan agar resmi tergabung ke dalam UNESCO Global Geopark. “Kita (Sijunjung) bersama Bojonegoro menjadi daerah yang diusulkan di tingkat nasional untuk aspiring ke UNESCO. Ini sebuah progres setelah tahun-tahun sebelumnya kita belum masuk kategori,” jelasnya.
“Alhamdulillah, dari dua daerah tersebut, kita (Sijunjung) memperoleh nilai terbaik atau tertinggi yang diusulkan ke UNESCO,” tambahnya.
Dengan demikian, selanjutnya tim dari UGG akan melakukan kunjungan dan penilaian langsung ke Sijunjung. “InsyaAllah pada Mei 2026 nanti, tim dari UNESCO akan melakukan penilaian langsung ke Sijunjung. Apakah layak untuk tergabung dengan UNESCO atau tidak,” paparnya.
Pihaknya mengatakan hingga kini terus memaksimalkan kriteria penilaian yang dibutuhkan UNESCO nantinya, termasuk dossier dan jurnal internasional tentang keunikan Geopark Silokek.
Sebelumnya, Geopark Silokek dengan luas 130.000 hektare itu sejak tahun 2022 telah masuk nominasi untuk diusulkan ke UNESCO dan tergabung ke UGG. “Alhamdulillah di tahun ini kita benar-benar mendapatkan tiket nasional untuk diusulkan ke UNESCO,” terangnya.
Hadirnya Geopark Ranah Minang Silokek menjadikan ikon bagi Kabupaten Sijunjung. Sebuah destinasi yang terkonsep dan terintegrasi dengan pembangunan daerah dalam jangka panjang.
Sejak dicanangkan pada tahun 2018 lalu, Pemkab Sijunjung menargetkan Geopark Silokek bukan hanya sekedar destinasi wisata musiman. Namun, sebagai konsep pembangunan Kabupaten Sijunjung yang diakui nasional hingga dunia.
“Perlahan Geopark Silokek terus berbenah, kita lakukan pembangunan yang berkelanjutan, hingga kini dinilai layak untuk diusulkan ke UNESCO,” sebutnya.
Dijelaskannya, Geopark Silokek mempunyai formasi geologi unik yang terbentuk dari batu-batuan kuno yang telah mengalami proses selama ribuan tahun.
Formasi geologi alami itu menghasilkan pemandangan alam yang menakjubkan, seperti tebing-tebing tinggi, ngarai-ngarai curam, dan sungai bawah tanah. Wilayah tersebut dikembangkan dalam tiga pilar utama, yaitu edukasi, konservasi dan pengembangan ekonomi lokal.
Selain itu, Geopark Silokek juga didukung oleh destinasi budaya, kuliner dan ekonomi kreatif yang menjunjung tinggi kearifan lokal. Bahkan, seluruh destinasi di Kabupaten Sijunjung telah terintegrasi dengan Geopark Ranah Minang Silokek. (ndo)






