METRO PADANG

Wujudkan Kota Sehat dan Pintar, Wawako: Warga Wajib Dapat Layanan Kesehatan Gratis

0
×

Wujudkan Kota Sehat dan Pintar, Wawako: Warga Wajib Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Sebarkan artikel ini
GERAKAN EDUKASI— Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menegaskan komitmen Pemko untuk memastikan seluruh warga dapat akses layanan kesehatan gratis, saat menghadiri Gerakan Edukasi Bersama Komunitas Paham Sistem JKN (Gema Kompas JKN) di, Balai Kota Padang, Rabu (9/7).

PADANG, METRO–Wakil Wali Kota Pa­dang, Maigus Nasir menegaskan komitmen penuh Pemko Padang da­lam  memastikan seluruh warga dapat mengakses layanan kesehatan demi terwujudnya  kota pintar dan kota sehat.

Komitmen itu ditegaskan Maigus Nasir pada kegiatan Gerakan Edukasi Bersama Komunitas Pa­ham Sistem JKN (Ge­ma Kompas JKN) di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Rabu (9/7).

Dikatakan Maigus Na­sir untuk memastikan seluruh warga Kota Pa­dang dapat mengakses layanan kesehatan,  dia bersama Wali Kota Fadly Amran telah melaunching beberapa program yang tertuang dalam program unggulan, mulai dari BPJS Gratis, Dokter Warga, dan Insentif Keluarga Pasien Kurang Mampu.

“Progul layanan BPJS Gratis langsung bahkan langsung dilaunching pada 5 Maret atau asatu minggu setelah kami dilantik sebagai wali kota dan wakil wali kota oleh Presiden Prabowo,” kata Maigus Nasir.

Itu  menunjukkan komitmen keduanya terha­dap layanan kesehatan masyarakat.

“Yang pasti kita tidak ingin satupun warga pa­dang yang sakit tidak men­dapatkan layanan kesehatan gratis. Semua warga Padang wajib dapat mengakses layanan kesehatan gratis. Pemko Padang hadir, tidak masalah tidak bangun gedung, selama ma­sya­rakat mendapatkan la­ya­nan prima,” tegasnya.

Baca Juga  Mini Market Berbasis Syariah Hadir di Padang

Lebih lanjut, Maigus Nasir juga menerangkan bahwa Progul Dokter Warga juga sudah telah berjalan dan dapat dimaksimalkan warga yang tidak bisa datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Silahkan hubungi Pus­kesmas, maka Dokter Warga kita yang akan mendatangi pasien ke rumahnya,” terangnya.

Tidak sampai di situ, Progul yang disusun juga memikirkan bagaimana keluarga pasien tetap memiliki sumber pemasukan ketika ada anggota keluarga yang dirawat inap.

“Ada program Insentif Keluarga Pasien Kurang Mampu. Jadi untuk keluarga yang menunggu anggota keluarga yang sakit kita berikan insentif Rp50 ribu per hari selama tujuh hari. Jadi uang insentif itu dapat digunakan sebagai biaya transportasi ke rumah sakit atau kebutuhan lain,” ujar dia.

Baca Juga  Hendri Septa Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka

Meski berbagai Progul telah dirancang untuk memastikan warga dapat me­ng­akses layanan kesehatan, diakui Maigus Nasir bahwa masih ada ma­sya­rakat yang belum paham terhadap mekanisme, seperti program BPJS Gratis masih banyak warga yang bertanya-tanya.

“Sekarang bagaimana kita mensosialisasikannya ke tengah-tengah masya­ra­kat,” ujarnya.

Menurut Maigus Nasir, kegiatan Gema Kompas JKN yang menghadirkan peserta Penyuluh Keluarga Bencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) diyakini dapat mensosialisasikan langsung ke tengah-tengah masyarakat.

“Karena PKB dan PLKB ini langsung bersentuhan dengan masyarakat, sehingga perannya sangat penting dalam mensosialisasikan langsung ke tengah-tengah masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, David Bangun mengapresiasi sejumlah Progul Pemko Padang yang dia lihat bahkan sudah berpikir sampai ke titik saat warganya harus dirawat inap.

“Kami mengapresiasi program daerah yang sangat memperhtikan kesejahteraan warganya, termasuk insentif untuk keluarga pasien,” imbuhnya. (ren)