SOLOK/SOLSEL

Kota Solok Luncurkan RTLH Mandiri, Sinergi Pemerintah, Pengusaha, dan Masyarakat untuk Rumah Layak

0
×

Kota Solok Luncurkan RTLH Mandiri, Sinergi Pemerintah, Pengusaha, dan Masyarakat untuk Rumah Layak

Sebarkan artikel ini
RTLH MANDIRI— Disperkim Kota Solok meluncurkan program RTLH Mandiri sebagai inovasi sosial berbasis kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

SOLOK, METRO–Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) meluncurkan program inovatif Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Mandiri. Program ini menjadi inisiatif kolaboratif yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, Baznas, PDAM, serta masyarakat dalam rangka mempercepat penanganan rumah tidak layak huni bagi warga miskin dan miskin ekstrem.

Kepala Disperkim Kota Solok, Hanif, menjelaskan bahwa RTLH Mandiri hadir sebagai solusi alternatif bagi warga yang belum terjangkau oleh program bantuan rumah melalui APBD, APBD Provinsi, maupun APBN.

“Program ini kami rancang untuk tetap menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan namun terkendala secara administratif dan teknis da­lam mengakses bantuan formal. Di sinilah pentingnya dukungan pengusaha lokal dan partisipasi ma­syarakat,” terang Hanif.

Program ini diawali de­ngan identifikasi dan survei rumah tidak layak huni, penyusunan perencanaan teknis berupa gambar dan RAB bangunan, serta melibatkan tim Disperkim, to­koh masyarakat, dan pe­nyuluh sosial.

Menariknya, kegiatan ini juga mendapat sokongan dari berbagai pihak seperti, Baznas melalui dana zakat, PDAM yang menyediakan sambungan air bersih, Toko bangunan lokal menyumbang material, Masyarakat menyumbangkan tenaga kerja, termasuk tukang, serta dilakukan pengawasan bersama untuk memastikan mutu dan transparansi.

“Kami akan memberikan sertifikat penghargaan kepada pihak yang aktif terlibat, dan mempubli­kasikan capaian program ini di kanal resmi Pemerintah Kota sebagai bentuk apresiasi dan transparansi,” tambah Hanif.

Lebih dari sekadar memperbaiki rumah, program RTLH Mandiri berdampak pada kesehatan, psikologis, hingga martabat sosial penerima man­­faat. Hal ini juga menjadi kontribusi langsung Kota Solok terhadap target nasional pembangunan tiga juta rumah layak huni.

Hanif menegaskan ha­rapannya agar model ko­laborasi ini diperluas, dengan menggandeng lebih banyak pelaku usaha dan komunitas sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap sesama.

“RTLH Mandiri bukan sekadar program bantuan. Ini gerakan gotong royong berbasis kepedulian, yang menyatukan kekuatan lokal untuk kesejahteraan bersama,” tutupnya. (vko)