PAMPANGAN, METRO–Sudah bertahun-tahun warga Pampangan dihantui banjir jika hujan lebat turun mengguyur Kota Padang. Daerah Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung akan selalu terkena banjir jika intensitas hujan sudah sangat tinggi dan lama.
Senin (7/7), keresahan warga Pampangan terhadap banjir sedikit berkurang, ketika Pemko Padang memulai pengerukan besar-besaran di Sungai Pampangan yang kerap meluap dan menggenangi permukiman setiap kali hujan deras.
Aksi cepat ini disambut dengan kelegaan luar biasa oleh masyarakat setempat. Firzon, Ketua RW 09 yang tinggal di bantaran sungai, menggambarkannya sebagai angin segar setelah penantian panjang.
“Sudah bertahun-tahun kami resah. Setiap hujan, yang kami pikirkan bukan cucian atau jalan licin, tapi air meluap dari sungai. Alhamdulillah, sedimen yang selama ini menyumbat aliran air sudah mulai diangkat,” ucapnya penuh syukur.
Ia menuturkan, sebelum alat berat turun, warga sudah mencoba bergotong royong namun kewalahan. “Lumpur, pasir, dan sampah sudah menggunung di dasar sungai. Tenaga warga tidak cukup. Maka dari itu, ketika sungai ini akhirnya dikeruk oleh Pemko melalui Dinas PUPR, kami benar-benar bersyukur,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, menjelaskan bahwa pengerukan dilakukan sebagai tindak lanjut dari kunjungan langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran ke lokasi pada Jumat (20/6) lalu. Wali Kota mendengar langsung aspirasi warga yang resah akibat banjir langganan yang terus membayangi kawasan tersebut.
“Pengerukan ini kami fokuskan pada aliran sungai sepanjang 500 meter, dari Gang Loko hingga Komplek Permata Harbaindo yang bermuara ke Sungai Jirak Pampangan,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto.
Pengerukan ini menjadi bagian dari Program Pengendalian Banjir Terpadu yang sejalan dengan program unggulan Padang Rancak. Langkah ini juga merupakan buah kolaborasi antara Pemko Padang, pihak Kecamatan Lubuk Begalung, Kelurahan Pampangan, serta dukungan dari Anggota DPRD Kota Padang, Devi Febrida, yang aktif memperjuangkan aspirasi warga.
Bagi Firzon dan warga lainnya, aksi nyata ini lebih dari sekadar proyek fisik, melainkan bukti kepedulian yang mereka rasakan langsung.
“Ini bukan pengerukan biasa, tapi wujud nyata bahwa keluhan kami didengar. Terima kasih kepada Pak Wali Kota yang turun langsung dan seluruh pihak yang membantu. Kini, kami bisa bernapas lebih lega setiap kali hujan turun,” pungkas Firzon. (ren)






