METRO SUMBAR

37 Anak Ikut Khitanan Masal XIII Nagari Ophir

0
×

37 Anak Ikut Khitanan Masal XIII Nagari Ophir

Sebarkan artikel ini
KHITANAN MASAL— Bupati Pasaman Barat H. Yulianto, membuka secara resmi kegiatan Khitanan Massal XIII Nagari Ophir yang digelar di Masjid Raya Nurul Iman, Kecamatan Luhak Nan Duo, Senin (7/7).

PASBAR, METRO–Bupati Pasaman Barat (Pasbar), H. Yulianto, mem­buka secara resmi kegiatan Khitanan Massal XIII Nagari Ophir yang digelar di Masjid Raya Nurul Iman, Kecamatan Luhak Nan Duo, Senin (7/7).

Kegiatan sosial ini diikuti oleh 37 anak dari ber­bagai jorong di wilayah Nagari Ophir.

Turut hadir dalam acara tersebut Tokoh Masya­rakat Ophir Risnawanto, Camat Luhak Nan Duo Sutrisno, Wali Nagari Ophir Edi Hartono, jajaran Forkopimca, Puskesmas Ophir, serta para pemuka masya­rakat dan stakeholder lainnya.

Khitanan massal ini me­ru­pakan agenda tahu­nan yang digagas Jamaah Wirid Yasin Masjid Raya Nurul Iman Ophir bekerja sama dengan Panitia Khitanan Massal Nagari Ophir.

Dalam sambutannya, Bupati Yulianto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut khitanan massal ini sebagai wujud kepedulian terhadap sesama umat Muslim dan memberikan manfaat besar bagi peserta, baik dari aspek agama maupun kesehatan.

“Kegiatan ini patut menjadi tradisi karena khitan merupakan kewajiban bagi laki-laki Muslim. Selain sebagai bagian dari syariat Islam, khitan juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, dari sudut pandang agama, khitan bertujuan untuk menjaga kesucian dan menjadi syarat sahnya ibadah. Sementara itu, dari sisi medis, khitan berfungsi menghilangkan bagian tubuh yang dapat menjadi tempat berkembangnya kotoran, virus, atau bakteri yang membahayakan kesehatan.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai keimanan dan menjadikan masjid sebagai pusat akti­vitas keagamaan, bukan hanya sebagai tempat iba­dah salat.

“Perkuat ukhuwah dan tingkatkan kepedulian terhadap sesama. Dengan semangat kebersamaan ini, kita dapat mewujudkan Pasaman Barat sebagai daerah yang baldatun thay­yibatun warabbun ghafur,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang dan menjangkau le­bih banyak masyarakat, khu­susnya di wilayah Nagari Ophir, sehingga mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. (end)