METRO PADANG

Pemko Padang Siapkan Langkah Strategis Menuju Kota Kreatif Gastronomi Unesco

0
×

Pemko Padang Siapkan Langkah Strategis Menuju Kota Kreatif Gastronomi Unesco

Sebarkan artikel ini
FORUM PENTAHELIX— Wali Kota Padang Fadly Amran, bersama Guru Besar Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik UGM, Wiendu Nuryanti dalam forum pentahelix yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (4/7).

A.YANI, METRO–Pemko Padang menyiapkan langkah strategis untuk men­dorong Padang masuk dalam jaringan kota kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN) di bidang gastro­no­mi.

Upaya ini dibahas dalam forum pentahelix yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (4/7). Forum ini melibatkan unsur pe­me­rintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Guru Besar Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Tek­nik Uni­­ver­sitas Gadjah Ma­da (UGM), Wiendu Nuryanti, menjelaskan bahwa UCCN merupakan program UNES­CO yang dibentuk pada 2004 untuk mempromosikan kerja sama antar kota di seluruh dunia yang menjadikan kreativitas sebagai faktor strategis dalam pembangunan berkelanjutan.

“Saat ini ada 350 kota di dunia yang tergabung da­lam UCCN. Mereka bekerja sama dalam menempatkan industri kreatif dan budaya sebagai bagian dari rencana pembangu­nan ko­ta, sekaligus menjalin kerja sama internasional yang adil,” jelas Wiendu.

Ia menekankan bahwa keunikan ruang kota dan ke­­mampuan menjadi “tuan rumah” yang baik merupakan modal penting.

“Kita harus memposisikan keunikan itu sebagai kekuatan. Di sinilah peran pentahelix menjadi penting,” tambahnya.

Wiendu menyebut ada enam kota di Indonesia yang telah menjadi bagian dari UCCN. Untuk bisa bergabung, diperlukan sejumlah faktor kunci, seperti partisipasi masyarakat, pendekatan berwawasan ke depan, pembangunan inklusif dan berkelanjutan, komitmen jangka panjang, rencana aksi yang konkret, serta sumber daya yang memadai untuk mendukung kerja sama dan pertukaran pengetahuan.

“Perlu ada komitmen untuk mendaftar sebagai anggota UCCN, memper­kuat kerja sama internasional, menjadikan industri kreatif sebagai lokomotif pembangunan kota, serta melestarikan bidang krea­tivitas yang unik, seperti gastronomi,”ujarnya.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan bahwa pihaknya akan ber­kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menyiapkan lang­kah-langkah strategis me­­nuju Kota Kreatif UNESCO di bidang gastronomi.

“Kita memiliki keka­yaan kuliner, budaya, dan sejarah yang sangat beragam. Kota Tua Padang mencerminkan identitas kota yang multietnis, dan ini menjadi potensi besar untuk dikaitkan dengan kekuatan gastronomi,” ka­ta Fadly.

Menurutnya, sinergi pentahelix akan menjadi panduan dalam pengembangan Kota Tua dan seka­ligus menguatkan niat Pa­dang menjadi bagian dari jejaring kota gastronomi dunia. (ren)