PADANG, METRO–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat persiapan untuk menyambut pelaksanaan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) berskala nasional, yang direncanakan berlangsung pada awal Juli 2025. Rapat ini dilaksanakan di Kantor Bawaslu Sumbar, Kamis (3/7), dan dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Sumbar, Alni.
Sumatera Barat ditunjuk sebagai tuan rumah sekaligus pusat pelaksanaan P2P Nasional oleh Bawaslu RI. Kegiatan ini akan dihadiri oleh Ketua Bawaslu RI serta seluruh Ketua Bawaslu Provinsi se-Indonesia, termasuk jajaran Bawaslu kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
“Ini momentum penting dan strategis. Kami siap menyambut kehadiran seluruh pimpinan Bawaslu dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini tak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pengawasan pemilu berbasis partisipasi masyarakat,” ujar Alni, Jumat (4/7).
Alni menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga agar pelaksanaan kegiatan berjalan maksimal. Ia berharap seluruh jajaran Bawaslu, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dapat bersinergi dan menyusun rencana dengan matang.
“Tanpa koordinasi yang baik, kegiatan sebesar ini sulit untuk terlaksana secara optimal,” tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Sumbar, Rinaldi Aulia, yang turut menyoroti pentingnya perencanaan teknis dan substansi acara.
“Setiap aspek harus dikonsep secara optimal. Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi momen penting untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam mengawasi pemilu,” kata Rinaldi.
P2P merupakan bagian dari strategi Bawaslu RI untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan publik dalam pengawasan seluruh tahapan pemilu. Diharapkan, melalui pendidikan ini, masyarakat bisa memahami peran penting mereka sebagai pengawas partisipatif, demi terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan transparan.
“Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga, tapi gerakan bersama yang mengawal demokrasi,” tutup Alni. (fer)






