BERITA UTAMA

Wujudkan Sumbar Lumbung Pangan Nasional, Tingkatkan Produktivitas, Efisiensi Usaha dan Kesejahteraan Petani Berkelanjutan

0
×

Wujudkan Sumbar Lumbung Pangan Nasional, Tingkatkan Produktivitas, Efisiensi Usaha dan Kesejahteraan Petani Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
JUMPA PERS— Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (Disbuntanhor) Sumbar, Febrina Tri Susila Putri didampingi Kepala Dinas Kominfotik Sumbar, Siti Aisyah saat jumpa pers, Kamis (3/7) di Aula Dinas Kominfotik Sumbar.

PADANG, METRO–Sektor pertanian menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur (Wa­gub) Vasko Ruseimy.

Mahyeldi menyadari, sektor pertanian menjadi pilar utama perekonomian di Provinsi Sumbar. Seba­gian besar masyarakat di daerah ini menggan­tung­kan kehidupannya pada pertanian. Baik sebagai petani, maupun pelaku usa­ha yang terkait lang­sung produk dan hasil per­tanian.

Keseriusan Pemprov Sumbar melaksanakan pem­bangunan di sektor pertanian dengan men­jadikan sektor ini salah satu Program Unggulan (Pro­gul), yakni Gerak Cepat Sumbar Sejahtera.

Melalui progul ini, Pem­prov Sumbar mengalo­kasi­kan anggaran 10 persen APBD dalam upaya pening­katan produksi, hilirisasi dan asuransi pertanian, untuk meningkatkan kese­jah­teraan petani dan me­wujudkan Sumbar sebagai lumbung pangan nasional.

Bagaimana program dan kegiatan untuk mewu­judkan progul tersebut? Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hor­tikultura (Disbuntanhor) Sumbar, Febrina Tri Susila Putri mengatakan, pihak­nya berkomitmen memas­tikan program pemba­ngu­nan pertanian berorientasi pemenuhan kebutuhan dan pelayanan optimal ba­gi petani.

“Program dan kegiatan yang dilaksanakan untuk memastikan petani dapat meningkatkan produkti­vitas, efisiensi usaha tani, serta kesejahteraan seca­ra berkelanjutan,” terang Febrina didam­pingi Kepala Di­nas Komin­fotik Sumbar, Siti Ai­syah saat jum­pa pers, Ka­mis (3/7) di Aula Dinas Ko­min­fo­tik Sum­bar.

Keberhasilan pertanian menu­rut Febrina, tidak hanya diten­tu­kan ketersedi­aan lahan dan modal, tetapi ber­gantung kualitas sarana pro­duk­si, penguasaan tek­nologi, ma­najemen usaha tani, serta kapasitas SDM yang han­dal dan adaptif terha­dap perubahan za­man. Oleh karena itu, pi­hak­nya me­lak­sanakan ber­bagai program strategis.

Febrina mengung­kap­kan, dalam program stra­tegisnya, pihaknya mem­be­ri­kan pelayanan pokok pertanian gratis kepada masyarakat. Saat ini me­nurutnya, ada dua lemba­ga akreditasi nasional di Sumbar. Salah satunya lembaga sertifikasi orga­nik. Melalui lembaga ini melayani sertifikasi orga­nik kepada petani secara gratis.

“Dua tahun pertama kita pastikan petani tidak gu­nakan pestisida. Tahun ketiga kita lakukan serti­fikasi. Hasilnya nanti ke­luar sertifikasi organik, de­ngan hasil pangan sehat. Salah satunya ser­tifikasi or­ga­nik terhadap be­­ras,” terangnya.

Berikutnya melayani ke­lom­pok tani yang sudah ter­daftar di sistem pe­nyu­luhan per­tanian. Febrina meminta agar ba­gi kelompok tani yang belum ter­daftar, dapat men­cari tena­ga pe­nyuluh terdekat dan pasti­kan terdaftar di system penyuluhan pertanian.

Program lainnya me­nye­diakan bengkel pengu­jian mutu alat dan mesin pertanian (alsintan). Hasil pengujian akan mendapat­kan akreditasi nasional. Untuk pengujian ini bia­yanya sesuai retribusi, dengan biaya di bawah swasta. “Tujuan pengujian ini mengurangi risiko keru­sakan alsintan dan kecela­kaan kerja. Hasil pengujian ini digunakan untuk ke­selamatan pengguna alsin­tan,” terangnya.

Berikutnya juga ada program gerakan pe­ngen­dalian organisme peng­ganggu tanaman (POPT). Febrina meminta kepada petani yang hasil perta­nian­nya terganggu hama wereng, silahkan mela­porkan ke Dinas Perkebu­nan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar.

“Saat ini kita ada empat laboratorium hama yang berlokasi di Padang, Solok, Pasaman dan Bukittinggi. Layanannya gratis. PPPT ini juga ada tersebar di kabupaten kota di Sum­bar,” ungkapnya.

Febrina berharap mela­lui gerakan POPT ini, pihak­nya berupaya meminimal­kan kerugian hasil panen akibat organisme peng­ganggu tanaman, yang akan berdampak positif ter­hadap peningkatan pro­duksi dan pendapatan pe­tani.

Disbuntanhor Sumbar juga memiliki bengkel ke­liling alsintan. Bengkel di atas mobil yang mem­beri­kan layanan gratis. Kebe­radaan bengkel keliling ini sangat penting, karena saat ini banyak alsintan bantuan dari pemerintah. Alsintan ini perlu maintenance atau perbaikan jika rusak. “Bengkel keliling ini melayani seluruh daerah di Sumbar kecuali Kepu­la­uan Mentawai,” terangnya.

Disbuntanhor Sumbar saat ini mempunyai brigade alsintan di Kota Pa­dang dan Bukittinggi. Feb­rina mengatakan, pihaknya membuka kerja sama me­nyediakan alat-alat brigade alinstan di masing masing kabupaten kota.

“Untuk membantu per­cepatan pengolahan lahan, kami sediakan brigade al­sin­tan yang dapat dipinjam secara gratis oleh kelom­pok tani. Layanan ini sa­ngat membantu kelompok tani yang belum memiliki alsintan sendiri agar dapat melaksanakan pengolahan lahan secara efisien dan tepat waktu,” tambahnya.

Disbuntanhor Sumbar juga menyediakan benih bermutu melalui Balai Be­nih Induk (BBI). “Kita juga ada penangkar yang se­diakan benih induknya. Un­tuk memastikan penye­diaan benih berkualitas, kita juga lakukan sertifikasi melalui UPTD di Bukittinggi. Termasuk sertifikasi tana­man pangan dan holtikul­tura,” terangnya.

Sertifikasi benih melalui UPTD teknis bertujuan me­mastikan mutu dan legali­tas benih yang digunakan petani, sehingga produkti­vitas dan hasil panen ter­jamin kualitasnya.

Terakhir, Disbuntanhor Sumbar juga melaksa­na­kan peningkatan kapasitas SDM pendamping (pe­nyu­luh) dan pelaku petani. Pe­ningkatan kapasitas SDM ini dilakukan melalui Balai Pelatihan Per­tanian (BPP), dengan me­laksanakan se­ko­lah lapa­ngan, bimbingan teknis (bim­tek) dan seje­nisnya.

“BPP kami jadikan pusat pengembangan kapasitas petani dan petugas secara berkelanjutan. Sehingga petani dapat mengadopsi teknologi modern dan prak­tik budidaya terbaik, serta mampu mengelola usaha tani lebih profe­sional dan berdaya saing,” ha­rapnya.

Sawah Pokok Murah

Disbuntanhor Sumbar juga terus mendorong pe­ne­rapan inovasi teknologi di sek­tor pertanian melalui pro­gram Sawah Pokok Mu­rah. Program ini sedang me­masuki tahap uji coba di tiga lokasi berbeda, yakni Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman dan So­lok Selatan.

Febrina menjelaskan, program ini memberikan solusi pertanian berbasis teknologi yang efisien dan murah bagi petani sawah. Teknologi yang digunakan memiliki teknik berbeda-beda, menyesuaikan de­ngan karakteristik lahan di masing-masing daerah.

“Beberapa masyarakat sudah mencoba teknologi ini. Ada yang berhasil, dan ada yang belum berhasil, karena tekniknya berbeda-beda dan perlu adaptasi di lapangan,” ungkap Febrina.

“Jika uji coba ini me­nunjukkan hasil positif dan sesuai dengan harapan, maka bukan tidak mungkin program Sawah Pokok Mu­rah akan diperluas ke da­erah-daerah lainnya,” tam­bah Febrina.

Program ini diharapkan dapat menjadi terobosan nyata menjawab tanta­ngan pertanian modern, sekaligus mendorong pe­ningkatan produksi pangan lokal melalui pendekatan teknologi yang terjangkau dan aplikatif bagi petani.

Sementara, Kepala Di­nas Kominfotik Sumbar, Siti Aisyah mengatakan, sektor pertanian sangat penting dalam pemba­ngu­nan di Sumbar. Apalagi sektor ini menjadi salah satu progul Pemprov Sum­bar. Karena itu melalui media, perlu disampaikan kepada masyarakat program-program yang dilak­sanakan di sektor ini.

Selain sektor pertanian, Siti Aisyah mengatakan, pi­haknya juga akan mem­publikasikan sektor dan bidang pembangunan lain­nya. Karena itu dirinya memandang peran media sangat penting dalam me­nyebarluaskan informasi terhadap program dan ke­giatan pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Sumbar. (fan/adv)