METRO PADANG

Andre Rosiade: Netflix hingga YouTube Untung di Indonesia tanpa Investasi, Telkom Tergerus

0
×

Andre Rosiade: Netflix hingga YouTube Untung di Indonesia tanpa Investasi, Telkom Tergerus

Sebarkan artikel ini
RAPAT DENGAR PENDAPAT— Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade, saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI dengan Telkom, Rabu (2/7).

JAKARTA, METRO–Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Ro­siade mengatakan, salah satu bahasan pada Rapat Dengar Pen­dapat Komisi VI dengan Telkom adalah soal platform over the top (OTT) seperti Netflix hingga You­tube yang menikmati jaringan telekomunikasi perusahaan lokal. Padahal perusahaan lokal yang mengeluarkan investasi triliunan Rupiah setiap tahunnya.

Andre Rosiade menjelaskan pembicaraan ini sudah se­ring dia utarakan sejak beberapa tahun lalu. Dia mendorong untuk ada solu­si agar tidak membuat pe­rusahaan dalam negeri te­rus merugi. Kalau tidak, In­donesia hanya akan dija­d­i­kan ladang bisnis yang ti­dak mendapat apa-apa oleh perusahaan asing yang menarik keuntungan be­sar.

“Karena kita membangun jaringan infrastruktur internet yang maksudnya untuk pelayanan pendidikan, kesehatan, pelayanan kantor pemerintah, tapi dimanfaatkan oleh Netflix, Facebook, Youtube dan lainnya, sehingga pelayanan Telkom kepada masya­rakat Indonesia jadi lelet internetnya. Mereka untung besar, Telkom tergerus,” kata Andre dalam rapat Rabu (2/7).

Baca Juga  Jelang Malam Grand Final, 50 Finalis Duta GenRe Kota Padang 2024 Ikuti Karantina

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR itu menyoroti kecepatan internet Indonesia yang lambat. Bahkan, berada di perangkat 120 dunia. Di luar negeri keceparan internet terus meningkat dari waktu ke waktu. Sementara di Indonesia tidak begitu ada perubahan.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini menginginkan ada peraturan pemerintah untuk hal tersebut. Kepada Direktur Utama Telkom Dian Sis­warini, Andre meminta untuk melobi pemerintah apalagi mengingat Komisaris Utama Telkom Angga Raka Prabowo juga merupakan Wakil Menteri Komdigi.

“Kebetulan kan komut Ibu, Wamenkomdigi Pak Angga Raka, tolong itu dimanfaatkan dilobi, dikasih tahu, diinformasikan kepada pemerintah bahwa aturan ini harus ada. Jangan dibiarkan ini berlama-la­ma,” ujar Ketua DPD Gerindra Sumbar ini.

Keberadaan aturan akan membuat semuanya lebih jelas. Termasuk, me­nurut Andre, tidak akan ada lagi persoalan lambatnya internet di Indonesia. “Enggak ada lagi ribut tadi bahwa internet kita lelet, jaringan internet kita. karena kita dapat uang membangun infrastrukturnya. Kalau sekarang kan kita bangun infrastruktur, internet kita lelet karena mereka memanfaatkan secara gratis,” jelas Andre.

Baca Juga  RSUP M Djamil Canangkan Vaksinasi untuk Ibu Hamil, Dovy Djanas: Ibu dan Janin Rentan Terpapar Covid-19

Direktur Utama PT Tel­kom Indonesia (Persero) Dian Siswarini mengatakan, para platform memang menggunakan infrastruktur secara gratis. Dia juga mengakui pendapatan perusahaan telekomunikasi terus tergerus karena hal itu.

Terkait aturan, Dian me­nga­takan sejumlah ne­gara juga memiliki regulasi mewajibkan OTT memberikan kontribusi. Beberapa di antaranya seperti Korea Selatan, India, Uni Emirat Arab, hingga Eropa.

“Karena memang revenue kami tergerus sangat banyak untuk OTT. Sehingga akan kami jalankan kem­bali pak diskusi dengan pemerintah supaya regulasi tersebut bisa,” ujar Dian. (*)