BUKITTINGGI, METRO–Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menerima audiensi dari perwakilan niniak mamak, tokoh masyarakat, dan Panitia Pembangunan Masjid Tablighiyah Garegeh di ruang transit Balai Kota, Rabu (2/7).
Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus permohonan dukungan terhadap rencana pembangunan masjid yang diharapkan menjadi pusat keagamaan, pendidikan, dan kegiatan sosial masyarakat Garegeh.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Tablighiyah Garegeh yang juga Anggota DPRD Bukittinggi, Dedi Fatria, memaparkan kondisi lahan pembangunan, rencana desain, serta kebutuhan anggaran. Ia menekankan bahwa pembangunan masjid ini bukan hanya proyek fisik, melainkan bagian dari pelestarian nilai-nilai Islam dan adat Minangkabau.
“Kami mengharapkan dukungan nyata dari Pemerintah Kota, baik dari sisi kebijakan, teknis, maupun anggaran. Masjid ini akan menjadi simbol penguatan akhlak generasi muda dan ruang musyawarah masyarakat,” ujar Dedi.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Ramlan menyatakan apresiasinya atas semangat gotong royong masyarakat Garegeh. Ia menegaskan bahwa Pemko Bukittinggi siap mendukung rencana tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kami sangat mendukung pembangunan masjid ini. Tidak hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter, edukasi, dan persatuan warga. Pemerintah akan membantu dalam hal teknis, perizinan, dan menyesuaikan kemungkinan dukungan anggaran,” tegas Ramlan.
Wali Kota juga mendorong agar proses pembangunan dilaksanakan secara transparan dan melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Audiensi tersebut turut dihadiri para niniak mamak dari Kelurahan Garegeh serta Lurah Garegeh, Dheo Jhonri, yang ikut menyuarakan dukungan penuh terhadap proyek keagamaan dan sosial ini. (pry)






