GUNUNGPANGILUN, METRO – Sebanyak 30.733 calon mahasiswa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di bawah koordinator Universitas Negeri Padang (UNP). Kegiatan ini bekerja sama dengan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dari 13 April hinga 26 Mei 2019 mendatang.
UTBK ini dijamin tanpa joki, pasalnya proses pelaksanaan berdasarkan Standar Operasinal Prosedur (SOP) yang ketat. Apalagi, saat ini sudah memasuki zaman revolusi industri 4.0, semua proses sudah menggunakan informasi teknologi (IT).
“Kita pastikan tanpa joki, sampai saat ini belum ditemukan, sebab semua proses pakai IT. Kalau ketahuan saksinya sangat berat, bahkan pidana,” ujar Rektor UNP, Ganefri usai memantau pelaksanaan UTBK di sekolah di Padang, Sabtu (13/4).
Ganefri mengatakan, UNP kembali menerima mahasiswa baru melalui SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri yang berlaku bagi lulusan 2017, 2018, dan 2019. Setiap peserta hanya bisa mengikuti tes UTBK maksimal 2 kali.
Selain itu terangnya, penerimaan SNMPTN di UNP sebanyak 20 persen, SBMPTN sebanyak 40 persen dan jalur reguler Mandiri sebanyak 30 persen. Kalau tahun 2018, SNMPTN ditargetkan 30 persen, dan pada 2019 menjadi 20 persen.
“Yang membedakan pada 2018, SNMPTN itu menerima sebanyak 30 persen, tapi sekarang 2019 turun jadi 20 persen. Jadi kuota penerimaan lewat SBMPTN naik persentasenya dan SBMPTN ini berlaku buat lulusan tahun 2017, 2018, 2019,” terang Ganefri.
Lebih lanjut, Ganefri menjelaskan, UTBK ini dilaksanaan dua gelombang, yakni 18.351 peserta gelombang pertama, dan 12.313 peserta gelombang kedua. Sebanyak 16.256 merupakan pendaftar beasiswa bidik misi, baik bidang Saintek maupun Soshum.
“UTBK ini dilaksanakan selama 12 hari, tersebar di 15 lokasi dengan 33 ruangan gedung UNP, dan 33 ruangan di sekolah-sekolah mitra UNP. Sebanyak 30.733 peserta, kuota penerimaan UNP hanya sekitar 4.000 orang,” jelas Ganefri.
Ganefri melanjutkan, materi yang diujikan pada tahun ini, Tes Potensial Sekolastis (TPS) dan Tes Komptensi Akademik (TKA). Pada tahun 2018, jika melalui jalur SBMPTN ujiannya bersamaan, namun pada tahun 2019 berbeda. Tahapan SBMPTN tahun 2019, mengikuti tes dulu berbasis UTBK, setelah itu nilainya akan keluar lalu nilai itu digunakan buat mendaftar ke UNP.
Sementara saat di TPS, tes pada tahapan ini ditujukan untuk mengukur kemampuan kognitif (penalaran umum). Jika dilihat dari penjelasan di web Kememdikbud, tes TPS ini hampir sama seperti TPA di SBMPTN tahun 2018 dan sebelumnya.
“Untuk tahun 2019 tidak ada Ujian Keterampilan buat prodi Seni dan Olahraga, digantikan dengan menyerahkan portofolio yg berisi prestasi,” tambah Ganefri.
Berdasarkan pemantauan di lokasi, pelaksanaan UTBK tahun 2019 di hari pertama ini, berjalan sukses dan lancar. Termasuk terkait listrik, maupun jaringan internet. Pasalnya, persiapan UTBK di ini sudah dilakukan jauh-jauh hari dengan fasilitas lengkap.
Bahkan, dalam penuturannya, UNP telah menyediakan dana Rp2,3 miliar untuk pengadaan komputer untuk UTBK ini. Kemudian, juga kerja sama dengan Telkom untuk penyediaan internet, serta didukung dengan pengawas profesional.
“Alhamdulillah, hasil pantauan kita, sejauh ini UTBK lancar, dan tidak ada kendala. Apalagi tim IT kita juga siap jika terjadi sesuatu nantinya,” aku Ganefri di lokasi UTBK SMAN 3 Padang, didampingi tiga wakil rektor, Kepala Biro BPAKHM, serta Humas UNP.
Pernyataan yang sama juga diakui Kepala SMAN 3 Padang, Abinul Hakim bahwa pelaksanaan UTBK di berjalan lancar dan tanpa hambatan. Apalagi, SMAN 3 Padang sudah berpengalaman dengan adanya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebelumnya.
“Biasanya kalau dulu jalur tes SBMPTN, siswa kita bisa lulus sampai 95 persen, artinya menunggu sekitar 60-65 persen kelulusan untuk siswa kita tahun sekarang,” jelas Abinul.
Adapun lokasi UTBK, selain di gedung kampus UNP, yakni SMAN 7 Padang, MAN 2 Padang, SMAN 3 Padang, SMAN 1 Padang, SMKN 6 Padang, SMAN 6 Padang, SMKN 9 Padang, SMKN 3 Padang, SMKN 5 Padang, dan SMK Nusatama Padang. (mil)





