SOLOK, METRO—Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD se-Kabupaten Solok, kembali digelar. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 14 kecamatan se-Kabupaten Solok. Kegiatan ini pun mendapat dukungan penuh dari para guru, Korwil Pendidikan, serta organisasi olahraga dan seni seperti IPSI, Forki, dan Persani.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Zainal Jusmar mengungkapkan daerah Kabupaten Solok pernah berjaya dengan meraih juara 1 nasional pada cabang nyanyi solo. “Saya berharap capaian itu menjadi penyemangat bagi para peserta tahun ini,” ujar Zainal Jusmar penuh harap.
FLS3N tahun ini memperlombakan tujuh cabang seni dan sastra, yaitu tari, nyanyi solo, pantomim, kriya, menggambar ekspresi, mendongeng, dan menulis cerita. Sementara O2SN mempertandingkan tiga cabang olahraga, yakni pencak silat, karate, dan senam lantai.
Sementara Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Solok, Iskan Novis, menyatakan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan, Komisi I DPRD tidak hanya sebagai mitra kerja eksekutif, tetapi juga hadir sebagai penyokong moral dan material bagi dunia pendidikan di daerah.
“Kami memahami tantangan akibat efisiensi anggaran. Namun saya berharap hal ini tidak menyurutkan semangat para guru dan tenaga pendidikan untuk terus berinovasi dan membina generasi emas Kabupaten Solok,” ujar Iskan Novis.
Kegiatan FLS2N dan O2SN ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah menggali potensi dan karakter anak sejak dini melalui seni dan olahraga. Semangat dan antusiasme peserta membuktikan bahwa kreativitas dan prestasi tetap bisa tumbuh, bahkan dalam keterbatasan. (vko)






