PADANG, METRO–Mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan oleh pecari ikan di aliran Sungai Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (30/6) sekitar pukul 17.00 WIB. Penemuan mayat itu sontak membuat warga setempat heboh hingga berdatangan ke lokasi.
Saat ditemukan, mayat yang identitasnya tidak diketahui itu, kondisinya sudah mengalami pembusukan dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Mayat tersebut masih mengenakan baju dan celana, tersangkut di antara tiga bebatuan besar di aliran sungai.
Penemuan mayat tersebut selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian. Tak berselang lama, Polisi datang ke lokasi bersama Tim SAR gabungan. Di sana, Polisi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan pada tubuh mayat. Setelah itu, mayat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk proses identifikasi.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan informasi pertama diterima dari anggota Polsek Koto Tangah, Ridwan. Warga melaporkan temuan mayat kepada Polsek, yang kemudian meneruskan laporan ke Kantor SAR Padang.
“Mendapat laporan tersebut, kami mengerahkan enam personel rescue ke lokasi kejadian dengan membawa peralatan SAR dan medis,” ujar Abdul Malik.
Tim SAR, ungkap Abdul Malik, tiba di lokasi sekitar pukul 17.50 WIB dan segera berkoordinasi dengan unsur terkait. Proses evakuasi berjalan lancar dan korban berhasil diangkat dari sungai pada pukul 18.30 WIB. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Proses evakuasi turut melibatkan gabungan instansi, yakni Polsek Koto Tangah, Babinsa Koto Tangah, PMI Kota Padang, Rumah Zakat, BPBD Kota Padang, dan Basarnas Padang,” tutur dia.
Abdul Malik menegaskan, usai evakuasi, seluruh unsur yang terlibat mengikuti debriefing sekitar pukul 18.40 WIB dan operasi SAR diusulkan untuk ditutup.
“Identitas korban belum berhasil diketahui. Untuk jenis kelamin mayat dipastikan laki-laki,” kata Abdul Malik.
Terpisah, Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas mayat yang ditemukan di aliran Sungai Lubuk Minturun. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu adanya laporan kehilangan dari pihak keluarga.
“Hasil identifikasi sementara, mayat ini diperkirakan usianya 60 tahun. Selain itu, mayat juga mengenakan baju biru dongker dan celana panjang warna abu-abu,” kata Kompol Afrino.
Kompol Afrino menambahkan, mayat tanpa identitas itu pertama kali ditemukan oleh warga bernama Buyung yang hendak mencari ikan di aliran sungai. Sesampainya di lokasi, saksi dibuat terkejut karena menemukan mayat yang tersangkut di bebatuan.
“Saksi itu selanjutnya melaporkan penemuan mayat ke Bhabinkamtibmas lalu diteruskan ke Polsek. Kondisi mayat sudah membusuk. Diduga kuat sudah beberapa hari yang lalu meninggal,” jelas dia.
Menurut Kompol Afrino, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Pasalnya, untuk mengungkap itu, harus dilakukan autopsi terlebih dahulu, sehingga nantinya akan diketahui apa yang membuat korban meninggal dunia.
“Bagi warga Kota Padang yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya, silahkan mendatangi RS Bhayangkara Padang,” tutupnya. (brm)






