SOLOK/SOLSEL

Dinkes Bekali Kader Posyandu dengan Pengetahuan dan Keterampilan

0
×

Dinkes Bekali Kader Posyandu dengan Pengetahuan dan Keterampilan

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN KADER— Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Elvi Rosanti bersama para kader Posyandu usai kegiatan pelatihan dan keterampilan pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) yang benar.

SOLOK, METRO–Tantangan gizi bagi pertumbuhan anak kini dinilai semakin kompleks. Tak hanya soal kekurangan gizi, tetapi kelebihan gizi juga menjadi persoalan baru yang mengintai masa depan anak-anak. Di tengah dinamika ini, Dinas Kesehatan Kota Solok membekali para Kader Posyandu dengan pengetahuan dan keterampilan pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) yang benar.

Sebanyak 30 kader Posyandu mengikuti Pelatihan PMBA yang bertujuan membekali mereka dengan pemahaman tentang pentingnya pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang berkualitas, tepat waktu, dan sesuai dengan prinsip gizi seimbang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Elvi Rosanti, mengatakan kegiatan platihan ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak. Dengan pemahaman yang benar tentang PMBA, kader bisa menjadi garda terdepan dalam mengatasi masalah gizi di tingkat masyarakat.

Baca Juga  Objek Wisata di Solsel Diserbu Pengunjung

Elvi menjelaskan bahwa PMBA bertujuan untuk memastikan anak-anak usia 0–2 tahun mendapatkan nutrisi yang cukup, baik melalui ASI eksklusif maupun MP-ASI setelah usia enam bulan.  “Periode dua tahun pertama adalah jendela emas tumbuh kembang anak. Jika salah langkah, dampaknya bisa permanen,” tambahnya.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan pendekatan belajar orang dewasa. Kader tidak hanya mendengar ceramah, tetapi juga bermain peran, berdiskusi aktif, dan menyusun rencana tindak lanjut untuk diterapkan di Posyandu masing-masing.

Irma Ratna Armeida, S.Gz, sebagai narasumber, mengajak peserta memahami pentingnya teknik konseling dalam edukasi gizi. Ia juga menekankan pentingnya kualitas MP-ASI, baik yang berbasis produk pabrikan maupun pangan lokal.

Baca Juga  Peringatan HUT ke-80 RI di Solsel, Ribuan Warga Nikmati Hiburan Rakyat

“MP-ASI lokal jauh lebih berkelanjutan karena memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar kita. Namun, yang paling penting adalah kandungannya harus memenuhi prinsip gizi seimbang, tidak hanya tinggi karbohidrat, tetapi juga cukup protein, vitamin, dan mineral,” jelas Irma.

Dengan pelatihan ini, Dinas Kesehatan Kota Solok berharap dapat melahirkan kader-kader yang bukan hanya aktif, tapi juga kompeten dan berdampak nyata dalam upaya menurunkan angka stunting dan masalah gizi lainnya. (vko)