Juventus berpeluang berpesta di Liga Italia akhir pekan ini. Tambahan satu angka saat melawat ke markas SPAL sudah cukup untuk mengunci scudetto.
Pertandingan Bianconeri dengan SPAL akan berlangsung di Stadio Paolo Mazza, Ferrara, Sabtu (13/4) malam pukul 20.00 WIB. Di klasemen Liga Italia, Juve sudah unggul jauh dari Napoli. Tim asuhan Massimiliano Allegri memuncaki klasemen Liga Italia dengan raihan 84 poin, berjarak sebanyak 20 angka dari Partenopei.
Liga Italia akan memainkan pertandingan ke-32. Juventus tinggal membutuhkan satu poin saat melawan SPAL untuk mengunci gelar juara.
Andai menambah satu poin saat melawan SPAL, raihan poin Juve menjadi 85 angka. Kalau Napoli menang pun jaraknya dengan The Old Lady bakal tetap 18 angka. Napoli bisa menyamai perolehan poin Juve di sisa Liga Italia, tapi tetap kalah head-to-head.
Rekor Juve saat melawan SPAL juga cukup oke. Dalam tiga pertandingan, Paulo Dybala cs belum pernah kalah. Hasilnya, dua kali menang dan sekali memetik hasil imbang. Pada lawatan musim lalu, Juve menjyudahi laga dengan skor akhir 0-0.
Melawan SPAL, pelatih Massimiliano Allegri kemungkinan besar akan melakukan beberapa rotasi. Cristiano Ronaldo, yang telah kembali dari cedera dan mencetak satu gol ketika imbang 1-1 di markas Ajax, sepertinya akan diistirahatkan.
Moise Kean, yang selalu mencetak satu gol dalam tiga penampilan terakhirnya di Serie A, bakal dipercaya tampil dari menit awal. Paulo Dybala, yang mencetak dua gol dalam lima penampilan terakhirnya di Serie A, juga diyakini akan jadi starter lawan SPAL.
Leonardo Bonucci dan Daniele Rugani bakal mengawal jantung pertahanan La Vecchia Signora. Mereka harus mewaspadai ancaman Andrea Petagna, yang mencetak enam gol dalam sepuluh penampilan terakhirnya untuk SPAL di Serie A.
Ya, fokus Juve menatap laga melawan SPAL mungkin saja terganggu. Beberapa hari berselang, tim besutan Massimiliano Allegri harus kerja keras di leg kedua perempatfinal Liga Champions untuk menjamu Ajax Amsterdam.
Allegri harus dengan jeli memilih para pemain agar tak ada cedera yang menerjang. Sejauh ini, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Emre Can, dan Martin Caceres sedang bergelut dalam pemulihan cedera. Ada pula Cristiano Ronaldo, Sami Khedira, dan Douglas Costa yang baru pulih.
Mengistirahatkan banyak pemain penting melawan SPAL tampak akan menjadi pilihan objektif dari Allgeri. Jika gagal mendapat poin, Bianconeri masih bisa mencoba di laga selanjutnya. Jika gagal di leg kedua melawan Ajax maka harapan memenangi Liga Champions otomatis lenyap.
”Perjalanan masih panjang dan kami harus menderita di pertandingan malam ini (kemarin, red) adalah contohnya,” kata bek Juventus, Leonardo Bonucci, usai imbang 1-1 dari Ajax.
”Dengan energi dan sikap positif untuk melanjutkan mimpi, sekarang, mari kami pemulihan dan berpikir untuk menutup kompetisi (Serie A) pada hari Sabtu,” Bonucci menegaskan.
Sementara, bagi SPAL, setiap poin sangat berharga di sisa musim ini. Motivasi mereka untuk bertahan di Serie A begitu tinggi.
Dua tim kuat asal ibu kota sudah merasakannya. Dalam dua laga kandang terakhirnya di Serie A, SPAL mengalahkan AS Roma 2-1 serta Lazio 1-0, dan itu bisa jadi sebuah peringatan.
Hanya saja, Juventus sudah sangat dekat dengan gelar juara. Mereka tentu takkan mau menunda-nundanya. Meski tak turun dengan kekuatan terbaiknya, Juventus masih punya apa yang diperlukan untuk meraih poin dan meneruskan dominasi mereka di Serie A.
Tak ada hasil imbang dalam enam laga terakhir SPAL di Serie A (M3 S0 K3). SPAL hanya menang 4 kali dalam 22 laga terakhirnya di Serie A (M4 S8 K10).
Juventus selalu menang dalam 3 laga terakhirnya di Serie A: 1-0 vs Empoli (kandang), 2-0 vs Cagliari (tandang), 2-1 vs AC Milan (kandang). Juventus baru pernah kalah 1 kali dalam 35 pertemuan SPAL di liga tertinggi Italia (M22 S12 K1), yakni dengan skor 1-3 pada Februari 1957 silam. (*/ren)





