AGAM/BUKITTINGGI

Bupati Agam Lepas Pawai Khatam dan Wisuda Tahfidz TPA/MDA Assa’adah, Generasi Qur’ani jadi Fondasi Agam Madani

0
×

Bupati Agam Lepas Pawai Khatam dan Wisuda Tahfidz TPA/MDA Assa’adah, Generasi Qur’ani jadi Fondasi Agam Madani

Sebarkan artikel ini
PAWAI KHATAM AL-QUR’AN— Bupati Agam, Benni Warlis, secara resmi melepas Pawai Khatam Al-Qur’an dan Wisuda Tahfidz TPA/MDA Assa’adah Surau Lauik, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Minggu (29/6).

AGAM, METRO–Semarak semangat Qur’­­ani membuncah di halaman Masjid Assa’adah, Su­rau Lauik, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Minggu (29/6), saat Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, secara resmi melepas Pawai Khatam Al-Qur’an dan Wisuda Tahfidz santri TPA/MDA Assa’adah.

Pelepasan ditandai de­ngan pengibasan bendera oleh Bupati Agam sebagai simbol dimulainya pawai. Sebanyak 53 santri me­ngikuti kegiatan ini, terdiri dari 33 peserta Khatam Al-Qur’an dan 20 wisudawan Tahfidz. Ribuan pasang mata menyaksikan para santri dengan balutan bu­sana islami berarak penuh khidmat dan kebanggaan.

Dalam sambutannya, Bupati Benni menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat para santri dalam mempelajari, menghafal, dan memahami Al-Qur’an sejak usia dini.

“Mereka tidak hanya diajarkan membaca dan menghafal, tapi juga mentadaburi Al-Qur’an. Inilah fondasi utama dalam mem­bentuk generasi emas yang berkarakter dan berakhlak Qur’ani,” ujar Bupati.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan pengejawantahan dari falsafah “Adat Basandi Sya­rak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK)” dan menjadi bagian dari visi besar mewujudkan Agam seba­gai daerah Madani.

“Hari ini saja, di Kecamatan Ampek Angkek terdapat enam titik pelaksanaan Khatam Al-Qur’an serupa, dan secara keseluruhan lebih dari 30 titik di Kabupaten Agam. Ini bukti bahwa semangat religius masyarakat Agam sangat luar biasa,” tegasnya.

Bupati juga berharap, para peserta tidak berhenti setelah khatam atau wisuda, melainkan terus melanjutkan proses pembelajaran dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita ingin mereka tumbuh bukan hanya sebagai qari dan hafidz, tetapi juga sebagai generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan moral da­lam membentuk masya­rakat yang damai, adil, dan beradab,” lanjutnya.

Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para santri, Bupati Benni memberikan reward khu­sus kepada seluruh peserta Khatam dan Tahfidz, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada panitia, pemerintah kecamatan dan nagari, serta masya­rakat yang telah berkontribusi menyukseskan acara. (pry)