SUASANA haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti pernikahan Liestia Moirhyca (Liestia) dengan Hari Adria, SE (Hari), yang berlangsung pada Sabtu, 26 Juni 2025. Akad nikah dan resepsi digelar di kediaman keluarga mempelai wanita, Komplek Bumi Minang 1 Blok C No. 16 By, Balai Baru, Padang.
Liestia merupakan putri dari pasangan Muzni Zen, SH dan Jusniati, sementara Hari adalah putra dari almarhum Drs. Zulkarnaini dan Susanides, A.Md.Pd. Prosesi ijab kabul dipandu oleh Penghulu KUA Kecamatan Kuranji, Darusman, dengan Muzni Zen, SH sebagai wali nikah. Mahar yang diberikan berupa seperangkat alat salat, simbol komitmen suci dalam membangun rumah tangga Islami.
Saksi dari pihak mempelai pria adalah Ir. Edi Darma, sementara dari pihak mempelai wanita adalah Prof. Dr. Rijal Abdullah, MT, yang turut menyaksikan momen sakral itu.
Dalam sambutannya, Muzni Zen menyampaikan rasa syukur dan harapan besar untuk perjalanan baru anak dan menantunya.
“Hari ini adalah momen yang sangat sakral dan indah. Kami memohon doa restu dari seluruh tamu undangan, agar Liestia dan Hari dapat menjalani kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Semoga segera dikaruniai keturunan yang saleh dan saleha, serta bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya penuh haru.
Rangkaian acara, mulai dari akad nikah hingga resepsi, berlangsung lancar dan penuh khidmat. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, pimpinan dan anggota DPRD Kota Padang, pejabat OPD Kota Padang, kepala sekolah, serta majelis guru dari Kabupaten Padang Pariaman.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang turut memberikan ucapan selamat atas nama keluarga besar, mengatakan bahwa pernikahan adalah awal dari sejarah baru yang harus dijaga dan dirawat.
“Allah telah mempertemukan jodohnya hari ini. Semoga kebahagiaan yang terpancar di hari ini berlanjut sampai akhir hayat. Jadilah keluarga yang selalu diberkahi, sakinah, mawaddah, dan warahmah,” tuturnya.
Pernikahan Liestia dan Hari menjadi simbol penyatuan dua keluarga besar dalam suasana yang hangat, penuh cinta, dan dibalut doa dari para tamu yang hadir. (***)






