AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam secara resmi menutup pelatihan berbasis kompetensi sub-kejuruan digital marketing yang digelar selama 23 hari di Surau Ka’bah Inyiak Tuah Islami Center, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Sabtu (28/6).
Penutupan pelatihan ini dilakukan langsung oleh Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, sekaligus menjadi langkah awal menuju terwujudnya program unggulan daerah. mencetak 1.000 entrepreneur muda baru pada periode 2025–2029.
Sebanyak 16 peserta terpilih dari total 71 pendaftar pelaku UMKM se-Kabupaten Agam mengikuti pelatihan intensif ini, dengan bimbingan dari instruktur profesional, Delvi Sismanto, M.Pd, CDMS dari Photensa Padang.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam, Rio Eka Putra, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bentuk nyata dari dua program unggulan Pemkab Agam “Bangkik dari Surau” dan penciptaan 1.000 wirausahawan muda.
“Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan promosi dan penjualan produk UMKM melalui kanal digital, sekaligus memupuk kreativitas, semangat, dan produktivitas pelaku usaha,” jelas Rio.
Tak hanya pelatihan teknis, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan pembuatan Kartu Pencari Kerja (AK-1) oleh Disperindagker untuk masyarakat Agam bagian timur, serta layanan administrasi kependudukan dari Dinas Dukcapil.
Dalam sambutannya, Bupati Agam menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk menekan angka pengangguran yang saat ini tercatat mencapai 14.652 jiwa.
“Keterbatasan lapangan kerja menuntut kita untuk mempersiapkan masyarakat menjadi pencipta kerja, bukan pencari kerja. Pelatihan ini adalah bagian dari solusi nyata mendukung Agam Sejahtera,” ujar Bupati Benni Warlis.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Agam akan terus memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari pelatihan kompetensi, bantuan peralatan usaha, hingga fasilitasi promosi dan pemasaran berbasis digital.
“Peluang menjadi entrepreneur sangat terbuka lebar, tergantung pada niat dan kesiapan mental. Kita ingin produk-produk UMKM Agam bersaing di pasar nasional, bahkan internasional,” lanjutnya. (pry)






