PADANG, METRO–Warga Kompleks Perumahan Puri Lestari, Kelurahan Parak Laweh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Kota Padang, digegerkan dengan penemuan bayi perempuan tergeletak di depan teras rumah, pada Kamis (26/6) sekitar pukul 22.00 WIB.
Diduga, bayi malang yang baru saja dilahirkan itu sengaja dibuang oleh orang tuanya. Saat ditemukan, kondisi bayi itu sangat mengkhawatirkan. Bayi itu tergeletak dalam bungkusan dan tubuhnya terlilit kain basah yang membuatnya menangis-nangis kedinginan.
Usai penemuan itu, warga langsung membawa bayi itu ke bidan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis dan melaporkannya ke Polisi. Tak berselang lama, Polisi dari Polsek Lubeg datang untuk menyelidiki kasus penelantaran anak itu dan membawa bayi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang.
Kapolsek Lubeg, Kompol Robby Setiadi Purba, menjelaskan penemuan bayi tersebut pertama kali dilaporkan oleh Anisah (40), seorang ibu rumah tangga yang tinggal tak jauh dari lokasi.
“Ibu Anisah mendengar suara tangis bayi di sekitar rumahnya. Setelah dicek, ternyata ada bungkusan berisi bayi tergeletak di teras rumah dalam kondisi basah dan terbungkus kain,” kata Kompol Robby, Jumat (27/6).
Mengetahui hal itu, jelas Kompol Robby, saksi Anisah segera memanggil Radittiya Saputra (35), pemilik rumah yang berprofesi sebagai montir. Radittiya yang berada di dalam rumah langsung keluar setelah mendengar teriakan Anisah.
“Saksi Radittiya pun melihat bayi perempuan itu tergeletak di teras dan segera memberitahukan Ketua RT setempat. Tak butuh waktu lama, warga pun berdatangan menyaksikan penemuan bayi malang tersebut,” tuturnya.
Kompol Robby menambahkan, menurut keterangan saksi lain, Taufik Fondra Agusta (34), beberapa saat sebelum bayi ditemukan, ia sempat melihat dua orang dengan gerak-gerik mencurigakan di sekitar lokasi.
“Sekitar 15 menit sebelum bayi ditemukan, saksi melihat dua orang mengendarai Honda Vario merah. Salah satunya laki-laki memakai jaket hijau Go-Jek dan masker, satunya lagi perempuan berpakaian hitam juga mengenakan masker,” terang Kapolsek.
Atas arahan Ketua RT, kata Kompol Robby, saksi Radittiya dan Taufik kemudian membawa bayi tersebut ke rumah bidan Umil Fahmi di Parak Laweh untuk mendapat penanganan awal.
“Saat ditemukan, kondisi bayi masih hidup, terbungkus kain basah, dan di dekatnya juga ada kantong plastik hitam berisi ari-ari,” tambah Kompol Robby.
Setelah mendapatkan perawatan awal, Ketua RT langsung menghubungi Bhabinkamtibmas. Beberapa anggota Polresta Padang, termasuk tim identifikasi, turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mendokumentasikan penemuan tersebut.
Bayi perempuan itu kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Padang untuk perawatan lebih lanjut di ruang NICU.
“Bayi sekarang berada di RS Bhayangkara Padang untuk dirawat di inkubator, sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Kapolsek. (brm)






