BERITA UTAMA

Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga, Terlilit Kain Basah, Polisi Buru Orang Tuanya

0
×

Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga, Terlilit Kain Basah, Polisi Buru Orang Tuanya

Sebarkan artikel ini
BAYI— Kondisi bayi perempuan yang ditemukan di teras rumah warga di Kompleks Perumahan Puri Lestari, Kelurahan Parak Laweh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung.

PADANG, METRO–Warga Kompleks Perumahan Puri Lestari, Kelurahan Parak Laweh Nan XX, Kecamatan Lubuk Bega­lung (Lubeg), Kota Padang, dige­gerkan dengan penemuan bayi perempuan tergeletak di depan teras rumah, pada Kamis (26/6) sekitar pukul 22.00 WIB.

Diduga, bayi malang yang baru saja dilahirkan itu sengaja dibuang oleh orang tuanya. Saat ditemukan, kondisi bayi itu sangat meng­khawa­tirkan.  Bayi itu tergeletak dalam bungkusan dan tubuhnya terlilit kain basah yang membuatnya menangis-nangis kedi­ngi­nan.

Usai penemuan itu, war­ga langsung membawa bayi itu ke bidan terdekat untuk mendapatkan perto­longan medis dan mela­por­kannya ke Polisi. Tak berselang lama, Polisi dari Polsek Lubeg datang untuk menyelidiki kasus pene­lantaran anak itu dan mem­bawa bayi ke Rumah Sakit  (RS) Bhayangkara Padang.

Kapolsek Lubeg, Kom­pol Robby Setiadi Purba, menjelaskan penemuan ba­yi tersebut pertama kali dila­porkan oleh Anisah (40), seo­rang ibu rumah tangga yang tinggal tak jauh dari lokasi.

“Ibu Anisah mende­ngar suara tangis bayi di sekitar rumahnya. Setelah dicek, ternyata ada bung­kusan berisi bayi tergeletak di teras rumah dalam kon­disi basah dan terbungkus kain,” kata Kompol Robby, Jumat (27/6).

Mengetahui hal itu,  je­las Kompol Robby, saksi Anisah segera memanggil Radittiya Saputra (35), pe­milik rumah yang ber­pro­fesi sebagai montir. Ra­dittiya yang berada di da­lam rumah langsung ke­luar setelah mendengar teriakan Anisah.

“Saksi Radittiya pun melihat bayi perempuan itu tergeletak di teras dan segera memberitahukan Ketua RT setempat. Tak butuh waktu lama, warga pun berdatangan menyak­sikan penemuan bayi ma­lang tersebut,” tuturnya.

Kompol Robby menam­bahkan, menurut ketera­ngan saksi lain, Taufik Fon­dra Agusta (34), beberapa saat sebelum bayi dite­mukan, ia sempat melihat dua orang dengan gerak-gerik mencurigakan di se­kitar lokasi.

“Sekitar 15 menit se­belum bayi ditemukan, saksi melihat dua orang mengendarai Honda Vario merah. Salah satunya laki-laki memakai jaket hijau Go-Jek dan masker, satu­nya lagi perempuan ber­pakaian hitam juga me­ngenakan masker,” terang Kapolsek.

Atas arahan Ketua RT, kata Kompol Robby, saksi Ra­dittiya dan Taufik ke­mudian membawa bayi tersebut ke rumah bidan Umil Fahmi di Parak Laweh untuk men­dapat pena­nga­nan awal.

“Saat ditemukan, kon­disi bayi masih hidup, ter­bungkus kain basah, dan di dekatnya juga ada kantong plastik hitam berisi ari-ari,” tambah Kompol Robby.

Setelah mendapatkan perawatan awal, Ketua RT langsung menghubungi Bhabinkamtibmas. Bebe­rapa anggota Polresta Pa­dang, termasuk tim iden­tifikasi, turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mendokumentasikan penemuan tersebut.

Bayi perempuan itu kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Padang un­tuk perawatan lebih lanjut di ruang NICU.

“Bayi sekarang berada di RS Bhayangkara Padang untuk dirawat di inkubator, sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Kapolsek. (brm)