METRO BISNIS

Bangkitkan Potensi Lokal, PLN Peduli Latih Pemuda Karang Taruna Nagari Tiga Koto Silungkang

0
×

Bangkitkan Potensi Lokal, PLN Peduli Latih Pemuda Karang Taruna Nagari Tiga Koto Silungkang

Sebarkan artikel ini

Padang – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “PLN Peduli.” Kali ini, PLN memberikan pelatihan keterampilan kepada 30 pemuda Karang Taruna Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, guna membuka akses peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif PLN untuk mendorong pemberdayaan generasi muda di daerah-daerah yang memiliki potensi besar namun kerap terbatas dari sisi akses pembinaan dan pelatihan. Kegiatan ini juga menjadi upaya nyata untuk membangkitkan semangat pemuda dalam membangun nagari melalui jalur profesionalisme, kedisiplinan, dan keterampilan yang terstruktur.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Teddy Rayendra, S.I.K., M.I.K., yang hadir langsung untuk memberikan motivasi dan arahan kepada para peserta.
“Kami mengapresiasi langkah PLN yang sangat konkret dalam memperkuat ketahanan sosial melalui pelatihan bagi pemuda. Ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi investasi karakter, disiplin, dan nilai tanggung jawab. Ini adalah pondasi penting bagi keamanan dan pembangunan sosial jangka panjang,” ujar Kombes Teddy dalam sambutannya.

Program pelatihan ini juga melibatkan perusahaan profesional dalam pelatihan satuan pengamanan, yakni PT AMP, sebagai mitra pelaksana pelatihan. PT AMP bertanggung jawab menyampaikan materi pelatihan teknis berbasis praktik langsung yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, terutama di bidang pengamanan dan kedisiplinan kerja.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Nagari Tigo Koto Silungkang, Doni Cendra, beserta jajaran pemerintah nagari. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas komitmen PLN dan sinergi semua pihak dalam menghadirkan pelatihan yang relevan bagi kebutuhan pemuda nagari.
“Program ini sangat dibutuhkan oleh generasi muda kami. Dengan pelatihan yang tepat, kami yakin para pemuda Nagari Tigo Koto Silungkang dapat menjadi sumber daya unggul yang mampu membuka peluang kerja dan bahkan menciptakan lapangan kerja di masa depan,” ujar Doni.

Senada dengan hal itu, Manajer UPP Sumbagteng 2, Iwan Arif Setiyawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan keterampilan teknis, namun juga untuk membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta menanamkan nilai-nilai profesionalisme di kalangan pemuda.
“Melalui kegiatan pelatihan ini, PLN UIP Sumatera Bagian Tengah melalui UPP Sumbagteng 2 membuka ruang dan peluang bagi generasi muda Nagari Tigo Koto Silungkang untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan dalam memasuki dunia kerja, khususnya di bidang pengamanan,” jelas Iwan.
“Kami berharap program ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, penanaman etika kerja, dan penguatan nilai-nilai tanggung jawab yang akan menjadi bekal penting dalam menapaki jenjang karier ke depan,” tambahnya.

Program ini juga mencerminkan semangat TJSL PLN dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, khususnya pada poin peningkatan kualitas pendidikan dan kesempatan kerja yang layak bagi semua.

Para peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat dan rekomendasi yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan di bidang keamanan, serta membuka peluang untuk direkrut dalam kegiatan sosial dan pengamanan di tingkat lokal. Dalam jangka panjang, PLN berharap pelatihan ini dapat menjadi katalisator bagi terbentuknya komunitas pemuda produktif yang mampu mendorong pembangunan Nagari Tigo Koto Silungkang dari dalam.

Dengan sinergi antara BUMN, kepolisian, dunia usaha, dan pemerintah nagari, kegiatan ini menjadi contoh konkret praktik kolaboratif dalam pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.(*)