METRO BISNIS

Pertamina Pastikan Stok Minyak Mentah RI Aman

×

Pertamina Pastikan Stok Minyak Mentah RI Aman

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Pertamina.

JAKARTA, METRO–PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa stok minyak mentah di tanah air masih dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan di tengah kabar rencana penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Untuk diketahui, Selat Hormuz direncanakan akan ditutup seiring dengan makin memanasnya konflik antara Iran dan Israel. Terlebih, ketika Amerika Serikat (AS) secara resmi ikut mendukung Israel untuk menyerang Iran.

“Secara umum pasokan (minyak mentah) kita masih terkendali,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso kepada JawaPos.com, Senin (23/6).

Sebelumnya, ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Iran, yang selama ini dikenal dengan retorika tajamnya terhadap Barat dan Israel, kini melontarkan ancaman yang bisa mengguncang pasar energi global: menutup Selat Hormuz.

Baca Juga  BBM Satu Harga Ada di 160 Titik hingga Akhir 2019

Ancaman ini bukan gertakan kosong. Dalam pernyataan terbaru, anggota parlemen senior Iran, Ali Yazdikhah, menegaskan bahwa jika Amerika Serikat secara resmi terlibat dalam konflik antara Iran dan Israel, maka menutup Selat Hormuz adalah hak sah Teheran.

“Jika AS benar-benar turun tangan membela Zionis, maka kami punya hak penuh untuk memberi tekanan balik—termasuk mengganggu kelancaran arus minyak mereka,” ujar Yazdikhah seperti dikutip oleh kantor berita semi-resmi Mehr.

Nada serupa disuarakan oleh Behnam Saeedi dari Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran. “Iran punya banyak cara untuk membalas musuhnya. Menutup Selat Hormuz adalah salah satu opsi,” tegasnya.

Baca Juga  PLN dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis Perkuat Sinergi untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan

Untuk diketahui, Selat Hormuz mungkin tampak seperti sekadar jalur sempit di peta, namun nilainya sangat besar.

Di sinilah sekitar 26 persen perdagangan minyak dunia mengalir setiap hari, melewati jalur selebar hanya 21 mil, dengan dua koridor pelayaran sempit yang padat dan strategis.

Sedikit saja gangguan di sini, maka harga minyak dunia bisa melonjak tajam dalam hitungan jam.(jpc)