SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Banyak Menerima Kritikan, Wako Sidak Langsung Pelayanan Rumkit

0
×

Banyak Menerima Kritikan, Wako Sidak Langsung Pelayanan Rumkit

Sebarkan artikel ini
DIALOG—Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra terlihat dialog dengan pengunjung rumah sakit umum daerag (RSUD).

SAWAHLUNTO, METRO–Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sawahlunto, untuk melihat langsung situasi terkini pelayanan rumah sakit (rumkit) yang selama ini banyak menerima saran dan kritik dari masyarakat, pada Selasa (24/6).

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Riyanda, berdialog langsung dengan pasien rawat jalan dari berbagai poli, serta melakukan evaluasi cepat terhadap kondisi pelayanan, mulai dari sistem antrean, kenyamanan ruang tunggu, hingga sikap petugas medis. Wali Kota juga berdiskusi intensif dengan jajaran dokter, tenaga kesehatan, dan manajemen rumah sakit.

“Kami menerima cukup banyak laporan dan keluhan dari warga. Ini bukan soal teknis semata, tapi menyentuh masalah kepercayaan masyarakat terhadap RSUD. Maka, kita tidak bisa menunggu. Pembenahan harus dimulai bertahap dari sekadang, secara menyeluruh dan menyentuh akar masalah,” ujar Wali Kota Riyanda.

Wali Kota menegaskan bahwa seluruh kekuatan di RSUD, mulai dari level manajemen hingga garda terdepan pelayanan—harus menyatukan visi dan aksi. Ia mendorong agar RSUD menjadi ruang yang ramah, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.

Untuk itu, Wali Kota mengarahkan adanya ; inovasi pelayanan publik, RSUD diimbau mengoptimalkan penyampaian informasi medis secara efektif, terbuka, dan mudah diakses masyarakat.

“Kemudian perhatian bagi pasien menunggu, disarankan penyediaan air minum dan fasilitas ringan lain di ruang tunggu sebagai bentuk empati dan perhatian nyata,” jelanya.

Kata Riyanda, untuk standarisasi etika pelayanan, seluruh nakes dan karyawan RSUD diingatkan agar menumbuhkan budaya kerja berbasis keramahan, ketepatan, dan rasa hormat terhadap pasien.

“Langkah ini merupakan bagian dari agenda besar reformasi layanan publik di Sawahlunto, yang menempatkan kesehatan sebagai hak dasar dan titik temu antara pemerintah dan masyarakat,” bebernya.(pin)