SOLOK/SOLSEL

Kakankemenag Dedi Wandra Ingatkan, Hindari Tumpang Tindih  Pelaksanaan Pendidikan Keagamaan 

0
×

Kakankemenag Dedi Wandra Ingatkan, Hindari Tumpang Tindih  Pelaksanaan Pendidikan Keagamaan 

Sebarkan artikel ini
HADIRI—Kakankemenag Dedi wandra hadiri wisuda Tahfiz di Masjid At-Taubah, Guguk Cubadak, Desa Bukik Gadang, Kecamatan Talawi, pada hari Minggu (22/6).

SAWAHLUNTO, METRO–Dr. H. Dedi Wandra, S.Ag., M.A., selaku Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Sawahlunto, memberikan penegasan agar pelaksanaan pendidikan kea­gamaan di tengah ma­syarakat tidak menimbulkan tumpang tindih atau saling berbenturan.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri acara Wisuda Tahfiz yang dilanjutkan dengan Bara­lek Surau dan Khatam Al-Qur’an, yang diadakan di Masjid At-Taubah, Guguk Cubadak, Desa Bukik Ga­dang, Kecamatan Talawi, pada hari Minggu (22/6).

Dalam sambutannya, H. Dedi Wandra menjelaskan bahwa setiap jenis pendidikan keagamaan, seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Rumah Tahfiz Al-Qur’an (RTQ), dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), memiliki dasar hukum dan regulasi yang jelas dari Kementerian Agama melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam. Menurutnya, TPQ bertugas untuk melaksanakan khatam Al-Qur’an, RTQ fokus pada wisuda tahfiz, sementara MDT lebih me­ngarah pada pembelajaran agama seperti fiqih, hadis, dan tarikh dengan kurikulum dari Kemenag.

“Setiap lembaga memiliki peran dan pendekatan yang berbeda. Oleh karena itu, perlu ada koordinasi agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan program,” tegasnya.

Fadhli Rifenta, S.Pd.I, MA, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sawahlunto, juga menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk menekankan pentingnya pendidikan yang mengarah pada aspek esensial kehidupan. Ia mengutip ayat dalam Al-Qur’an yang me­nyatakan, “Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun”, yang mengingatkan bahwa pendidikan itu bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang tua.

“Keteladanan orang tua sangat penting dalam pendidikan anak. Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak­nya,” kata Fadhli, yang merupakan alumni Pondok Modern Gontor. Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto, H. Riyanda Putra, memberikan apresiasi kepada santri yang baru saja diwisuda. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga berpesan agar para santri tidak berhenti dalam mempelajari Al-Qur’an setelah kha­tam, tetapi terus men­dalaminya. (pin)