METRO SUMBAR

Kemendagri Ingatkan Pemda, Inflasi Tinggi Lakukan Langkah Pengendalian

0
×

Kemendagri Ingatkan Pemda, Inflasi Tinggi Lakukan Langkah Pengendalian

Sebarkan artikel ini
Zoom Meeting— Pemko Padang Panjang mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti melalui Zoom Meeting, di Ruang VIP Balai Kota, Senin (23/6).

PDG. PANJANG, METRO–Sekretaris Jenderal (Sek­jen) Kementerian Da­lam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir Balaw ingatkan setiap Pemerintah Daerah (pemda) yang memiliki tingkat inflasi tinggi untuk segera melakukan langkah pengendalian.  Hal ini disampaikannya saat me­mim­pin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Pemko Padang Panjang melalui Zoom Meeting, di Ruang VIP Balai Kota, Senin (23/6).

“Setiap daerah yang inflasinya tinggi segera cari tahu dan rapatkan pe­nye­bab inflasi bisa tinggi, apa penyebabnya dan kenapa bisa terjadi,” katanya.

Selain itu terkait Indek Perkembangan Harga (IPH), Tomsi Tohir juga mengingatkan agar daerah mencari tahu komoditi apa yang menyebabkan IPH tinggi. Karena IPH tinggi akan mengindikasikan ada­nya kenaikan harga pada berbagai komoditas, terutama bahan pangan, yang dapat memicu inflasi.

“Untuk daerah yang IPH-nya tinggi agar segera berupaya dengan keras karena masyarakat mera­sakan harga komoditi naik. Ini yang harus kita cari tahu dan turunkan,” tegasnya.

Kenaikan IPH ini bisa disebabkan beberapa faktor. Termasuk tingginya permintaan, gangguan pasokan, atau faktor cuaca yang mempengaruhi hasil panen.

Sementara itu Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako), Putra Dewangga menyampaikan, untuk Kota Padang Panjang inflasi mengacu pada inflasi Kota Bukittinggi. Pada Mei 2025 yaitu 1,76 persen year of year (yoy), turun dari April yang berada pada angka 2,55 persen. “Sedangkan secara bulanan, pada April terjadi deflasi -0,77% mtm (month to month),” sebutnya.

Berdasarkan data dari BPS Padang Panjang, IPH kota ini pada minggu keempat Mei 2025 adalah -3.34 atau berfluktuasi naik jika dibandingkan minggu sebelumnya. Komoditi utama yang berkontribusi untuk fluktuasi ini adalah cabai merah, beras dan bawang merah.

“Penurunan IPH pada minggu ini masih sama dengan minggu sebelum­nya dan didominasi cabai merah karena adanya ke­lebihan pasokan yang berasal dari daerah sentra Kabupaten Agam dan Ka­bupaten Solok yang sedang panen raya,” kata­nya.

Namun pada minggu ketiga Juni 2025 ini, ada beberapa harga komoditi yang alami penurunan harga seperti gula pasir, da­ging ayam broiler, cabai hijau, cabai rawit, cabai me­rah, susu bubuk, bawang bombai, seledri dan jeruk.  Komoditi yang alami kenaikan harga di antaranya bawang merah, bawang putih, terong, bawang bombai, ikan kembung dan pisang lokal. “Namun tidak mempengaruhi daya beli ma­syarakat,” tuturnya. (rmd)