BERITA UTAMA

Ustaz Abdul Somad Dukung Prabowo

0
×

Ustaz Abdul Somad Dukung Prabowo

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, METRO – Ulama besar Indonesia, Ustaz Abdul Somad (UAS) telah membulatkan hati memilih Prabowo Subianto ketimbang Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Dalam dialog Prabowo bersama UAS esklusif di TVOne (di-posting juga oleh medsos Gerindra), Kamis (11/4) sore, ulama asal Riau itu bercengkerama dengan Capres nomor 02.
Dalam pertemuan itu, UAS meminta dua hal kepada Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu. “Pertama, jika Prabowo menang jangan bapak undang saya ke Istana. Biarkan saya berdakwah ke hutan. Kedua, jangan bapak beri saya jabatan apa pun,” ujarnya.
Abdul Somad juga menitipkan kenang-kenangan untuk Prabowo yakni minyak wangi dan tasbih. “Tasbih kesayangan saya. Tak perlu bapak pegang di depan orang banyak. Nanti dikira orang pencitraan. Apa yang terjadi setelah ini serahkan kepada Allah,” kata UAS.
Dalam dialog tersebut, dimulai dengan pembicaraan yang dibuka oleh Prabowo yang meminta saran kepada UAS. “Saran pak ustaz apa yang saya lakukan? Saya mengamati ustaz sudah keliling Indonesia. Apa yang ustaz dengar,” kata Prabowo.
Dengan tenang UAS menyebut, saat keliling dia begitu kesulitan menertibkan jari jamaah yang menyatakan angka dua. Dan dia sering memberikan imbauan agar jamaah tertib. Karena ada Panwaslu dan aparat lainnya. “Bahkan saat saya ajak bershalawat, jamaah malah mengacungkan dua jari sambil bershalawat,” katanya.
Ditimpali Prabowo, ”Rata-rata dimana-mana ustaz?”
UAS menyebut, rata-rata dari Aceh sampai Pulau Madura, umat sangat berharap besar kepada Prabowo. “Ada dua dukungan pada Prabowo, baik dari ulama atau dari umat. Bapak harus meletakkan amanah ini dengan tepat,” katanya.
UAS mengibaratkan, Prabowo sebagai pohon durian. Katanya, buah durian kalau hanya berputik orang cuek. Tapi kalau berbuah ranum dan masak, ada orang yang akan melempar, ada yang akan naik. Sekarang buahnya sedang harum, mekar. “Saya sarankan bapak tabah. Karena ini ujian. Ujian yang paling besar, menjadi pemimpin. Dari doa Imam Ahmad Bin Hambal, bila doamu makbul dan itu hanya satu, maka mintalah diberikan pemimpin yang adil. Kalau bapak adil, seluruh negeri akan adil,” katanya.
Prabowo menimpali lagi. “Ada pesan-pesan atau harapan ustaz terkait perjuangan kita?” tanya sang 08, julukan Prabowo sejak di militer.
UAS mengatakan, dia sejak dulu menyebut ikut ijtimak (keputusan bersama) ulama. Setelah ijtimak dia juga ikut umat.
“Mereka berteriak Prabowo! Prabowo! Tapi kadang mata kita menipu. Seperti melihat tongkat bengkok di sungai, saat kita tarik ternyata lurus,” katanya.
UAS mengaku terus mencari ulama yang tidak kondang, tidak tampil di TV dan tidak viral sepertinya. Ulama yang tidak perlu materi, dan mungkin Prabowo tak kenal. “Dia bilang, saya mimpi lima kali bertemu dia. Saya tanya, siapa dia? Prabowo, katanya. Kalau mimpi sekali itu biasa, tapi sudah lima kali itu luar biasa. Sebelum pulang, saya dibisikkan kata ‘Prabowo’,” kata UAS.
Selanjutnya, sebut UAS, dia datang ke suatu tempat yang aneh. Rumah ulama yang tidak mau makan nasi dari beras yang dibeli di pasar. Harus ditanam sendiri, karena di pasar itu riba. Kalau minum harus dari sumur yang digali sendiri. Karena tidak terkontaminasi. Pernah seorang menteri saja datang diusir pulang.
“Saya khawatir saat datang ke sana juga diusir. Mungkin dinilai niat saya beda. Tapi saya diterima. Biasanya tamu hanya dua menit saja bertemu atau minta doa, tapi saya 30 menit bisa berbicara. Pas mau pulang dia bilang ‘Prabowo’,” katanya lagi.
UAS berpikir lama. Kalau ini dibiarkan sampai Pilpres, mengapa mereka menyebut kepadanya nama Prabowo. “Tiap malam saya berpikir. Berarti saya harus sampaikan. Kalau tidak akan jadi penyesalan seumur hidup. Sampai mati saya akan ditanya, Abdul Somad tidak kau ceritakan. Setelah ketemu (Prabowo) ini selesai. Apa yang terjadi pada saya diserahkan kepada Allah. Yang penting sudah disampaikan. Plong, malam ini saya bisa tidur lelap,” katanya.
Hanya saja, katanya, tentu fitnah akan datang. “Kalau bapak duduk, terkait saya pribadi dua saja. Pertama jangan bapak undang saya ke istana. Biarkan saya berdakwah masuk ke dalam hutan. Saya dari awal seperti itu. Saya masuk kampung keluar kampung,” katanya.
Kedua, sebutnya, jangan beri jabatan. “Saya di antara 40 cucu mbah kakek saya, dia bilang cucuku yang satu ini hanya sekolah agama untuk mendidik umat. Makanya tak pernah sekolah umum. Maka biarkanlah saya seperti ini,” kata UAS lagi.
Dia berharap, setelah Prabowo nanti duduk, biarlah ulama-ulama yang di Jakarta ini yang bersamanya. “Bapak dengarkan cakap mereka. Karena ijtimak ulama ikut bapak, ulama yang tembus batin ikut bapak. Ini adalah ujian besar,” katanya.
Terakhir, kata UAS, sebuah hadis mengatakan tahaddu tahabu, kalau bertemu seseorang berilah hadiah. Supaya dia ingat dan berkasih sayang. ”Saya tak kaya, tak ada duit saya untuk mengasih bapak. Saya kasih dua saja, pertama minyak wangi oat atau kayu gaharu. Simbolnya supaya bapak menebarkan keharuman,” katanya.
Kedua, sebutnya, tasbih. “Makna tasbih, tidak bisa hati bapak kosong. Bapak harus banyak berzikir. Ini dari stone (batu), namanya Syah Maksum dari Persia. Paling saya sayang, Saya beli di Madinah,” katanya.
Dengan tenang, UAS menyebut, Prabowo tidak perlu pegang tasbih di depan orang banyak, nanti disangka orang pencitraan. Cukup tahajut malam dan berzikir. Baca la ila haillallah. Mulut berzikir, hati di sebelah kiri menggetarkan. Dengan itu kita hidup, dengan itu kita mati. Itu yang bisa saya sampaikan. Apa yang terjadi setelah ini kita serahkan kepada Allah,” kata UAS yang langsung berdoa untuk kebaikan Indonesia.
Pengamat Politik Sumbar Erizal menyebut, saat menonton dialog Prabowo dan Abdul Somad dia menyakini UAS nyata-nyata mendukung Prabowo. “UAS mengaku banyak dibisiki ulama- yang tak terkenal. Semua bisikan itu menyuruh memilih Prabowo. Selalu itu pesan yang dibisikkan ke telinganya. UAS juga punya dua permintaan pada Prabowo,” katanya.
Mendengar dua permintaan itu tak hanya Prabowo yang tersentuh dan mengusap air matanya, katanya, dia juga sangat tersentuh dan haru. “Masih ada ulama sepopular Abdul Somad menjauh dari istana atas dukungannya, di saat banyak ulama yang berdesak-desakkan menyambangi istana, bahkan sebelum tahu entah berbuat apa?” katanya.
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade berterima kasih atas dukungan ulama besar Indonesia itu. “Insya Allah kita menang. Bahkan Ustaz Abdul Somad telah jelas mengatakan sikap mendukung kemenangan Prabowo-Sandi ke depan,” ujar Andre Rosiade tadi malam.
Jadi, Andre mengatakan, masyarakat jangan ragu untuk menentukan sikap lagi. Di samping itu Prabowo juga telah menyepakati ijtimak ulama dan syarat-syarat yang diberikan.
“Kami makin yakin Pak Prabowo akan semakin diterima dan menjadi Presiden Indonesia ke-8,” katanya. (jpnn/zek)

Baca Juga  4 Lelaki Pesta Sabu, 2 Kabur