Ada yang menarik saat Rapat Anggota Tahunan Koperbam Telukbayur Tahun Buku 2024 yang digelar di gedung Budi Mulya, Jumat (20/6) kemarin. Kehadiran Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Padang, Irwan Basir Dt Rajo Alam, SH MM pada RAT kali ini, membuat semangat pengurus dan anggota Koperbam yang hadir sekitar 210 orang dari jumlah anggota 465 orang ini menyala.
RAT dibuka Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, mewakili Kadis yakni Afriandi, Pj Pengawas Koperasi ini, berjalan tertib dan sukses. Apalagi 20 menit usai pengurus membacakan laporan pertanggungjawaban diterima anggota, diiringi dengan ucapan syukur alhamdulillah, meksi Sisa Hasil Usaha (SHU) minus. Namun mereka tetap bangga atas terlaksanannya RAT tahun Buku 2024 itu.
Ketua Dekopinda Kota Padang Irwan Basir Dt Rajo Alam, SH MM menyaksikan langsung kegiatan yang penuh sakral ini dalam sambutannya meresa terharu dengan perjuangan pengurus Koperbam dan anggota. Meski didera banyak persoalan, tapi RAT tetap digelar. “Ini bertanda sebuah Koperasi yang sehat,” kata Irwan Basir Dt Rajo Alam.
Kata Irwan Basir Dt Rajo Alam, meski SHU minus, namun Dekopinda Padang sangat paham dan memantau apa yang terjadi di Pelabuhan Telukabayur ini. Ini namanya politik di zaman penjajahan Belanda. “Politiik adu domba atau devide et impera, adalah strategi yang digunakan oleh pemerintah kolonial Belanda untuk memecah belah dan menguasai wilayah,” tegasnya.
Begitu pula yang dirasakan oleh Koperbam Telukbayur. Adanya dua koperasi di pelabuhan sangat bertentangan dengan hukum yang berlaku. Ada aturan aturannya. Tapi kenapa pihak itu membuat rekomendasi adu domba. Lagian kasus ini juga sampai di sidang PTUN Padang dan dimenangkan Koperbam Telukbayur. “Rekomendasi adu domba ini belum juga dicabut. Apakah tak lucu dan sangat bobrok sekali. Dan perlu diingatkan, dalam hakl ini saya tak memiliki kepentingan. Tapi untuk organisasi jangan main main. Saya akan kejar ke akar akar persoalannya,” tegas Irwan Basir Dt Rajo Alam yang juga merupakan tokoh masyarakat Kota Padang, memiliki pengalaman segudang dalam berorganisasi itu.
Sebelumnya Afriandi, Pj Pengawas Koperasi Dinas Koperasi saat pembukaan menyebut bahwa Koperbam Teklukbayur termasuk koperasi yang sukses. “Apresiasi untuk Koperbam,” kata Afriandi.
Ketua Koperbam Telukbayur Chandra didampingi Sekretaris Nursal Uce, M, SH, Ketua BP Riswan, Bendahara Abu Zamar dan Ketua PUK Telukbayur Yonismon, mengaku SHU minus akibat rekomendasi adu domba belum juga dicabut.
Pada 2023 lalu pendapatan kami setahun Rp40 Miliar, namun sejak ada rekomendasi itu jumlah pendapatan kami pada tahun ini hanya Rp28 Miliar. Namun gaji anggota tetap stabil. Pengurus tetap berupaya melakukan hal terbaik untuk kesejahteraan anggota.
Dijelakan Chandra, sesuai dengan moto RAT Tahun Buku 2024 adalah “Melindungi Hak, Meningkatkan Kesejahteraan dan Mmebangun Masa Depan”, Di Setiap Pelabuhan Hanya Ada Satu Koperasi. Yang menjadi persoalan adalah banyak tunggakan BPJS dan pajak pajak lain.
“Tapi Alhmadulillah, Koperbam Telukbayur bisa menggelar RAT tanpa dihadiri pihak KSOP. Tak masalah, RAT tetap lancar dan sukses,” ucap Chandra bangga. (ped)






