BERITA UTAMA

Punya Wawasan Luas dan Jiwa Patriotisme, Kepemimpinan Prabowo Diharapkan jadi Teladan

0
×

Punya Wawasan Luas dan Jiwa Patriotisme, Kepemimpinan Prabowo Diharapkan jadi Teladan

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN KENEGARAAN– Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungan kenegaraan di Istana Konstantine Novsky, St. Petersburg.

JAKARTA, METO–Presiden Prabowo Subianto dinilai mampu menjadi pemimpin negara yang baik. Kepemimpinannya juga diharapkan bisa menjadi teladan dunia.

Pandangan ini datang dari Mantan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov. Panda­ngan ini mengacu kepada buku The Art of Military Leadership jilid kedua yang ditulis Prabowo. Menurut Alexander, Prabowo me­rupakan pembaca yang tekun dan memperhatikan segala hal-hal kecil.

“Kami berharap Pra­bowo Subianto, sebagai Pre­siden Indonesia, mam­pu menunjukkan gaya ke­pe­mimpinan yang bermar­tabat sebagaimana ia gam­barkan dalam bukunya,” ujar Alexander, Jumat (20/6).

Ia mengapresiasi ke­mampuan Prabowo dalam memaknai kualitas kema­nusiaan para tokoh pe­mimpin di berbagai seja­rah dunia. Dalam bukunya, Prabowo mengulas ten­tang kepemimpinan Gaius Julius Caesar, Alexander Agung, Sun Tzu, Salahuddin Al-Ayyubi, Jenghis Khan, Toyo­tomi Hideyoshi, Geor­ge Wa­shington, Simon Boli­var, Zhu De, Emiliano Za­pata, Nelson Mandela, dan Vo Nguyen Giap. Ada juga tokoh Rusia seperti Mikhail Kutuzov, Georgy Zhukov, dan Kons­tantin Rokos­sovs­ky.

“Perbandingan kualitas kepemimpinan para tokoh dari zaman berbeda ini merupakan teknik yang menarik dan jarang dite­mukan,” imbuhnya.

Prabowo dianggap me­miliki wawasan luas dan sikap patriotisme. Ketua Umum Partai Gerindra itu dinilai memiliki kepedulian yang besar bagi Indonesia.

“Saya sangat terkesan dengan keluasan wawa­sannya, pandangan luas dari buku-buku yang ia baca, dan terutama se­mangat patriotismenya yang membara serta ke­banggaannya yang besar terhadap tanah airnya,” jelasnya.

Dua jilid buku “The Art of Military Leadership” itu kini diterbitkan di Rusia bersamaan dengan perte­muan tingkat tinggi Pra­bowo dengan Presiden Ru­sia Vladimir Putin pada 19 Juni 2025.

Hubungan Indonesia dan Rusia sejauh ini ber­kembang dinamis baik da­lam kerja sama bilateral, maupun dalam kerangka multilateral seperti ASEAN, G20, dan PBB.

“Persahabatan antara Indonesia dan Rusia sehat dan kokoh karena dilan­dasi ketulusan, saling meng­hormati, saling menyukai, dan filosofi kesetaraan da­lam dunia multipolar tanpa dominasi atau pemaksaan nilai dari pihak manapun,” pungkasnya. (jpg)